decodeK

gajeongui dal (가정의 달)

KataHari jadiKeluargaMei

Julukan Korea buat bulan Mei. Hari Anak, Hari Orang Tua, dan Hari Guru numpuk di bulan yang sama, jadi hadiah dan amplop uang keluar terus, dan dompet paling tipis sepanjang tahun.

Lihat kalendernya aja langsung paham. Tanggal 1 Hari Buruh, 5 Hari Anak, 8 Hari Orang Tua, 15 Hari Guru, Senin ketiga Hari Kedewasaan, 21 Hari Suami Istri. Secara hukum Mei memang bulan keluarga, dan juga bulan remaja. Hari Lahir Buddha, tanggal 8 bulan 4 kalender lunar, biasanya jatuh di Mei juga, jadi tanggal merah makin rapat. Ditambah musim nikahan musim semi, amplop uang kondangan ikut keluar.

Makanya jadi bahan lelucon. Di Gag Concert tahun 2015 ada pekerja kantoran yang capek beliin hadiah buat keponakan, orang tua, sampai guru, lalu nyanyi kalau Mei itu bulan penuh kekhawatiran, dan penonton relate banget. Bulan keluarga sama dengan bulan pengeluaran, semua orang Korea tahu.

Simbol Hari Orang Tua adalah bunga anyelir. Kebiasaan nyematin anyelir merah di dada orang tua datang dari Amerika, yang justru udah hampir hilang di sana. Harinya dimulai tahun 1956 sebagai Hari Ibu, lalu tahun 1973 jadi Hari Orang Tua supaya ayah ikut dirayakan. Candaan lamanya, orang tua sebenarnya lebih suka duit daripada bunga. Sekarang makin banyak hadiah yang praktis: jamu herbal, cek kesehatan, perlengkapan hobi. Hari Orang Tua bukan tanggal merah, dan politisi sesekali ngusulin supaya dijadikan libur.

Di baliknya ada nilai Konfusianisme soal menghormati orang tua dan guru, plus budaya saling peduli yang orang Korea sebut jeong. Tapi dengan angka kelahiran yang anjlok dan bentuk keluarga yang makin beragam, makin banyak yang ngaku Mei malah bikin tertekan. Mei juga bulan terjadinya Pemberontakan Gwangju, jadi perayaan dan peringatan duka ada di bulan yang sama.