chuguigeum (축의금과 부의금)
Uang buat nikahan, uang buat pemakaman. Nominal di amplop putih polos nunjukin seberapa dekat hubunganmu, dan tiap keluarga punya buku catatan biar bisa balikin persis sebanyak yang diterima.
Dua-duanya disebut bujogeum. Dulu bujo artinya bantu makanan dan tenaga di pesta atau rumah duka, tapi sekarang hampir selalu uang tunai. Uangnya dimasukin ke amplop putih polos, lalu nama ditulis di depannya. Di meja penerima tamu gedung pernikahan biasanya duduk dua kerabat muda: satu ngitung uang, satu lagi nyatet nama dan nominal di buku, karena nanti semuanya harus dibalikin pas keluarga itu punya acara. Ada survei yang bilang orang Korea rata-rata ngeluarin sekitar 160 ribu won sebulan buat amplop begini.
Nominalnya punya aturan nggak tertulis. Angka depannya harus ganjil, kayak 30 ribu, 50 ribu, atau 70 ribu won, kebiasaan dari pandangan Konfusianisme bahwa angka ganjil itu yang, sisi yang membawa untung. 100 ribu dianggap naik satu tingkat jadi aman, tapi 400 ribu dihindari. Sejak ada uang kertas 50 ribu won, itu jadi batas minimal buat nikahan, dan patokan kasarnya 'harga makan kamu plus sedikit'. Kalau bawa keluarga ke prasmanan, porsi mereka juga harus ditanggung. Ngukur seberapa dekat dan seberapa sering bakal ketemu nanti bikin milih angka ini jadi ujian nunchi banget.
Pemakaman beda lagi aturannya. Amplop nikahan boleh dititip lewat teman, tapi ke pemakaman kamu diharapkan datang dan ngasih sendiri. Biasanya 30 ribu sampai 50 ribu won, dan uang baru yang masih kaku kesannya kayak lagi ngerayain, jadi ada yang ngelipetnya sekali dulu. Nominal yang ada angka 4 atau 18 haram banget. Amplopnya ditulisi huruf kayak 賻儀 atau 謹弔. Selama pemakaman tiga hari, orang terdekat sering gantian jaga meja satu atau dua hari.
Banyak yang udah muak. Ada ungkapan: kalau Amerika punya tip (di Korea nggak ada tip, btw), Korea punya uang nikahan, dan pas musim nikah April sampai Juni amplop doang bisa bikin dompet jebol. Orang yang nyebar undangan ke semua orang demi balikin uang yang udah dikeluarin bertahun-tahun juga sering dinyinyirin. Sekarang undangan digital udah dilengkapi nomor rekening, dan kalau nggak bisa datang tinggal transfer. Amplop putih pelan-pelan berubah jadi angka di layar, tapi namamu tetap masuk ke buku catatan.