bihon (비혼)
Kata yang artinya 'memutuskan nggak menikah', bukan 'belum menikah'. Kenyataan bahwa kata ini jadi populer dibaca sebagai tanda makin banyak orang yang nggak lagi menganggap nikah itu langkah berikutnya yang otomatis.
Intinya ada di satu suku kata. Secara hukum, semua yang belum menikah disebut 'mihon', dan mi (未) artinya 'belum', jadi ada anggapan suatu hari pasti nikah. Ganti jadi bi (非), dan itu jadi pilihan. Makanya waktu kumpul keluarga pas hari raya ada kerabat nanya 'Kapan nikah?', jawaban 'Aku bihon' itu sekaligus pernyataan sikap. Istilah ini kelihatannya masuk dari pemakaian di Jepang, dan meski belum ada di kamus baku, udah umum di berita dan obrolan sehari-hari. Ada juga yang rewel: bi cuma menyangkal keadaan tanpa unsur niat, jadi yang benar harusnya 'bulhon'. Bahasa Mandarin memang pakai istilah 'bulhon-isme' untuk ini, sementara bihon versi mereka artinya punya dan membesarkan anak tanpa menikah. Di Korea sendiri, ada orang tua yang baru pertama dengar malah salah tangkap jadi 'gihon', yang artinya sudah menikah.
Bihon bukan berarti nggak pacaran. Banyak yang tetap pacaran tapi nggak mau masuk ke institusi pernikahan. Alasannya macam-macam: harga rumah yang bikin mentok dari deposit jeonse, biaya les privat kalau punya anak, urusan keluarga mertua yang ikut datang bareng pernikahan, dan keinginan supaya waktu dan uang tetap sepenuhnya milik sendiri. Kalau generasi N-po, yang 'menyerah' pada pacaran, nikah, dan punya anak, kesannya terdesak ekonomi, bihon kesannya dipilih sendiri.
Angkanya juga bergerak. Di sensus 2020, 42,5% orang usia 30-an belum menikah, naik lebih dari 6 poin dalam lima tahun, dan untuk laki-laki 30-an sudah lebih dari separuh. Pada perempuan, makin tinggi pendidikannya makin tinggi pula persentase yang belum menikah. Perubahan besar untuk budaya Konfusian yang dulu menganggap nggak punya keturunan sebagai bentuk durhaka paling berat.
Di layar pun kelihatan. I Live Alone, yang nunjukin keseharian selebriti yang tinggal sendiri, udah lama jadi favorit, dan makan sendirian, hewan peliharaan, serta dekor rumah sesuai selera dianggap satu paket gaya hidup. Ada juga candaan klasik bahwa semua amplop nikahan yang udah kamu kasih nggak bakal balik. Susah ngomongin semua ini tanpa nyambung ke nikah yang makin telat dan angka kelahiran di bawah 0,8.