decodeK

Nggak ada yang bawa uang tunai

KataPembayaranKeseharianKota

Di Korea, pedagang kaki lima dan taksi pun terima kartu, dan transfer bank selesai dalam hitungan detik. Justru orang lokal yang bingung kalau ketemu toko yang cuma terima tunai.

Awal ceritanya ternyata dari krisis moneter IMF 1997. Setelah krisis, pemerintah mendorong pemakaian kartu kredit supaya pajak bisa ditarik dengan benar, plus kasih bonus potongan pajak penghasilan. Kartu kredit langsung meledak, tapi karena dibagikan asal ke orang yang nggak mampu bayar, di 2002 terjadi "krisis kartu" yang bikin banyak banget orang masuk daftar hitam kredit. Di masa yang sama uang palsu yang rapi banget juga beredar, jadi orang makin pindah ke kartu. Masuk 2010-an, kartu debit sudah umum sampai pelajar pun punya.

Angkanya bicara sendiri. Survei Kementerian Ekonomi Jepang tahun 2015 menemukan 89,1% belanja ritel di Korea, dihitung dari nilai uangnya, dibayar nontunai. Turis Korea saking seringnya gesek kartu sampai bikin toko-toko di Jepang, Taiwan, Vietnam, dan tujuan wisata favorit lain ikut pasang mesin kartu.

Koin malah hilang lebih cepat. Sejak 2016 Bank of Korea mendorong "masyarakat tanpa koin", termasuk uji coba minimarket yang mengisi uang kembalian ke kartu transportasi kamu. Sejak 2023, koin 50, 100, dan 500 won yang baru cuma dicetak untuk set koleksi. Bus kota juga mulai menolak tunai: Seoul memulai di 2021, lalu Incheon, Daejeon, Daegu, Jeju, dan kota lain menyusul.

Tentu ada celahnya. Sebagian pasar tradisional dan tenda jajanan pinggir jalan masih minta tunai atau kasih harga beda kalau bayar cash, dan itu sering dicurigai sebagai cara menghindari pajak. Buat lansia yang nggak akrab dengan smartphone, naik bus saja bisa jadi tantangan. Ada juga fakta aneh: waktu mesin kartu diganti massal di 2018, fitur NFC tanpa sentuh nggak masuk spesifikasi wajib. Jadi di negara yang gila kartu ini, toko yang bisa tap pakai HP malah sedikit. Itu sebabnya Samsung Pay, yang bisa meniru pita magnetik, jadi raja.

Tapi orang Korea sebenarnya nggak mau uang tunai hilang. Waktu kebakaran di kantor KT Ahyeon tahun 2018 bikin pembayaran di sebagian Seoul mati, ada media yang bilang Korea balik ke "zaman batu digital". Survei Bank of Korea 2025 menunjukkan 45,8% menolak masyarakat tanpa uang tunai, jauh di atas 17,7% yang setuju, dan 84,1% yakin uang tunai nggak bakal benar-benar hilang. Angpao Tahun Baru dan amplop kondangan masih wajib pakai uang kertas yang licin. Sisanya? Cukup sekali transfer rekening.