beoseu saekkkal (버스 색깔)
Di Seoul, kamu bisa tahu bus mau ke mana cuma dari warnanya. Biru jarak jauh, hijau muter di lingkungan, merah keluar kota, kuning keliling pusat kota.
Sistem ini lahir 1 Juli 2004 saat Seoul merombak total jaringan busnya. Sebelumnya perusahaan swasta jalan sendiri-sendiri, cuma ngejar rute yang untung. Pemerintah kota lalu menyatukan mereka dalam sistem semi-publik, membagi rute per kelas, dan memberi tiap kelas warnanya sendiri. Bus trunk biru melintasi kota dari ujung ke ujung, bus cabang hijau dan bus kampung menghubungkan gang-gang ke stasiun subway, bus ekspres merah mengangkut orang dari kota satelit Gyeonggi ke pusat Seoul dan jadi bintang utama perjalanan kerja, sementara bus kuning muter di pusat kota. Bus bandara warnanya cokelat. Nomor rutenya juga menyimpan kode zona asal dan tujuan, jadi kalau udah paham, lihat angkanya aja langsung tahu arahnya.
Yang paling sering kelewat buat pendatang baru adalah pas turun. Pencet bel, lalu tap kartu lagi waktu keluar. Kalau lupa, diskon transfer kamu hangus. Kalau benar, mesinnya bakal bilang 'hwanseung-imnida' (ini transfer), dan pindah ke subway hampir nggak nambah ongkos. Naik sebelum jam 6.30 pagi juga dapat diskon pagi.
Bus merah selalu penuh sesak karena semuanya numpuk di sekitar Seoul, makanya bus Seoul sampai masuk jauh ke kota-kota Gyeonggi kayak Gwangmyeong, Goyang, dan Seongnam. Sebaliknya, di pedesaan bisa jadi cuma ada satu bus tiap satu atau dua jam. Suasana halte kecil kayak gitu yang bikin fans dari seluruh dunia rela antre di halte tepi pantai dari cover album BTS. Tiap Sabtu-Minggu pagi, bus hijau dan biru penuh orang berbaju naik gunung menuju kaki bukit, dan perluasan bus lantai rendah jadi inti perdebatan soal hak mobilitas.