Rasanya tinggal di Korea
Keamanan, transportasi, rumah sakit? Gampang. Bahasa, urusan dokumen, sama hubungan antarmanusia? Susah. Review dari orang asing yang tinggal di Korea kebaginya hampir selalu di garis yang sama.
Mulai dari yang enak dulu. Ninggalin laptop di meja kafe sambil ke toilet adalah pemandangan yang paling bikin kaget pendatang baru. Subway-nya rapat, murah, jalan sampai malam, dan pengumumannya juga pakai bahasa Inggris, Jepang, dan Mandarin. Berkat asuransi kesehatan nasional, kamu bisa ketemu dokter hari itu juga tanpa janji, terus kaget lagi pas lihat tagihannya. Pedagang kaki lima aja terima kartu, jadi hampir nggak butuh uang tunai, dan nggak ada budaya tip. Sinyal di puncak gunung berkat internet Korea? Bonus.
Tembok mulai muncul dari minggu pertama. Semuanya dimulai dari nomor HP. Tanpa nomor, kamu nggak lolos verifikasi identitas, dan tanpa itu aplikasi wajib buat pesan antar, transfer, dan beli tiket nggak kebuka. Banyak layanan yang dari awal ngandelin nama Korea dan nomor Korea, jadi di sinilah orang asing paling sering mentok. Pas cari rumah, kamu ketemu jeonse, sistem aneh di mana kamu nitip deposit gede banget dan nggak bayar sewa bulanan, dan jadwal pilah sampah apartemen bakal bikin bingung lumayan lama.
Jarak antarorang juga butuh adaptasi. Panggilan yang berubah sesuai umur dan hubungan alih-alih pakai nama, batas antara jondaenmal dan banmal, plus nunchi, baca suasana tanpa ada yang ngomong, tetap bikin bingung walau bahasa Koreamu udah lumayan. Kalau kerja kantoran, ada hoesik dan etika minum, dan teman, keluarga, sampai bank semuanya ada di KakaoTalk. Pas musim semi, kamu bakal cek angka debu halus sebelum cek cuaca.
Dua sisi ini mulai dikenal bareng sejak orang asing sendiri pegang kamera. Video orang asing yang ngerekam suka-duka hidup di Korea jadi satu genre, mirip video reaksi, dan cerita horor urusan dokumen yang nggak pernah muncul di iklan pariwisata ikut menyebar. Jumlah warga asing tembus 2,5 juta di 2019, sempat turun pas pandemi, lalu lewat 2,7 juta di 2025, jadi makin banyak juga yang nyari cerita-cerita ini. Gambaran lengkapnya lanjut di Warga asing di Korea.