Cara menuang, cara minum
Kalau orang yang lebih tua nuangin minuman, kamu terima pakai dua tangan, dan pas minum kamu palingin muka ke samping. Aturan minum di Korea intinya cara nunjukin pakai badan siapa yang lebih senior di meja.
Mulai dari dasar. Jangan habisin gelas sebelum yang lebih senior, sama kayak nggak boleh ambil sendok duluan sebelum orang tua waktu makan. Pas bersulang, tempelin gelasmu satu-dua senti lebih rendah dari gelas mereka. Terima pakai dua tangan, minum juga dua tangan. Gerakan satu tangan nopang lengan yang lain itu asalnya dari zaman Joseon, waktu lengan baju panjang bisa kena makanan, lalu jadi sopan santun. Urutannya ditentukan umur dan jabatan, jadi di depan orang yang kamu ajak ngomong pakai jondaenmal, badan langsung otomatis. Kalau mau lihat warisan Konfusianisme paling nyata, lihat aja meja soju.
Nuang buat diri sendiri itu big no. Ngisi gelas sendiri di depan senior dianggap nggak sopan. Semua saling ngawasin gelas dan ngisiin kalau udah kosong, di sini butuh nunchi tingkat dewa. Beda sama Jepang atau China yang langsung nambahin begitu gelas agak berkurang, di Korea nunggu sampai benar-benar kosong. Alasan yang sering disebut: nambahin gelas yang masih ada isinya itu gerakan di ritual leluhur. Karena alasan yang sama, orang juga ngehindarin nerima gelas lewat belakang punggung orang lain.
Yang nuang juga ada triknya. Tutupin label botol soju pakai tangan, dan pas selesai, putar dikit botolnya waktu diangkat; katanya ini kebawa dari cara nyajiin wine. Bir diterima dengan gelas dimiringin biar busanya terkontrol. Gelas pertama habis bersulang biasanya one shot, tapi minuman gelas gede kayak bir atau makgeolli biasanya dapat pengecualian.
Adegan drakor waktu makan malam kantor pas si paling junior buang muka buat ngabisin gelas? Ya itu dia aturan ini. Tapi sejak kasus kematian karena minum berlebihan jadi isu publik, suasananya berubah, orang nggak dipaksa lagi, dan nggak minum sekarang jauh lebih wajar. Kalau ada yang maksa aturan ini berlebihan, siap-siap dicap kkondae.