decodeK

Dipanggil pakai jabatan

KataPerusahaanPanggilanInti

Di kantor Korea kamu dipanggil pakai jabatan, bukan nama: "Kim daeri", "Park gwajang-nim". Begitu naik pangkat, panggilanmu ikut berubah, jadi dari sebutannya saja orang bisa menebak sudah berapa lama kamu kerja.

Tangganya biasanya sawon (staf), juim, daeri (asisten manajer), gwajang (manajer), chajang (wakil manajer umum), bujang (manajer umum), lalu jajaran eksekutif: isa, sangmu, jeonmu, wakil presiden direktur, dan presiden direktur. Fakta seru: daeri asalnya dari "gwajang daeri", pengganti manajer, tapi bagian depannya hilang dan sekarang cuma berarti satu tingkat di atas staf. Misaeng sampai dijuluki kitab suci pekerja kantoran karena menggambarkan tangga ini dengan akurat banget. Lihat Jang Geu-rae yang diperankan Im Si-wan bertahan sebagai pegawai magang kontrak di antara "Manajer Oh" dan "Asisten Manajer Kim", itu sudah tur kantor Korea yang asli.

Yang paling bikin bingung orang asing adalah "ssi". Memanggil rekan setara "Cheolsu-ssi" masih oke, tapi kalau ke atasan kedengarannya hampir sekasar pakai bahasa santai. Makanya karyawan baru menghafal struktur organisasi di minggu pertama. Makin ribet kalau pangkat dan posisinya beda: wakil manajer yang memimpin departemen biasanya dipanggil "bujang-nim" atau "ketua tim", dan urusan menulis nama di dokumen persetujuan berubah jadi adu nunchi. Ada kantor yang menyingkat jabatan jadi inisial di email, misalnya G untuk gwajang atau J untuk juim. Ada juga sales yang bawa kartu nama dengan jabatan lebih tinggi dari aslinya.

Akarnya ada di rasa hierarki peninggalan Konfusianisme dan sistem bahasa hormat dan santai. Karena sebutan jabatan itu sama dengan urutan senioritas, bahkan siapa yang dituangkan minum duluan saat hoesik pun sudah ditentukan. Bujang itu impian sekaligus musuh bersama anak baru; kalau kebanyakan pamer kuasa dicap gapjil, kalau hobi cerita masa lalu dicap kkondae.

Karena itu perusahaan yang jualan budaya kerja setara mulai dari membongkar sebutan. Naver, NCSoft, dan CJ saling panggil pakai nama plus "nim", sebagian anak usaha SK menyebut semua orang "manager", dan Kakao malah pakai nickname. Keluhannya klasik: labelnya ganti, hierarkinya tetap. Adegan karyawan generasi MZ senang dengan perubahan ini sementara atasan senior canggung sekarang jadi bahan wajib konten variety bertema kantor.

Drakor romantis juga kena. Di What's Wrong with Secretary Kim, sang heroine tetap memanggil "Wakil Direktur-nim" dan jarak itu justru bikin deg-degan, karena di Korea panggilan adalah termometer seberapa dekat dua orang.