decodeK
makgeolli (막걸리)

makgeolli (막걸리)

KataMakananMinum-minum

Minuman keruh dari beras dan ragi tradisional nuruk. Namanya sendiri artinya "baru saja disaring", dan di drakor kalau hujan turun, hampir pasti dia muncul di samping pancake gurih.

Kadarnya biasanya sekitar 6%. Rasanya gurih, agak manis, dengan sedikit soda di akhir yang bikin gampang banget diminum. Nah, itu jebakannya. Botolnya 750 ml, jadi satu botol isinya hampir 80% alkohol sebotol soju. Orang Korea menjulukinya minuman yang bikin kamu nggak bisa berdiri, soalnya waktu duduk rasanya aman, pas berdiri baru kerasa. Bukti legendarisnya ada di episode menanam padi Infinite Challenge: Jeong Jun-ha terus menerima tuangan dari para bapak di desa, beneran mabuk, lalu ketiduran di tengah syuting. Belakangan dia cerita makgeolli buatan rumah itu jauh lebih keras dari yang dijual di toko.

Hujan plus makgeolli itu gambaran musim hujan dalam satu frame. Sensasi sodanya membersihkan rasa berminyak jeon, jadi pasangannya pas, dan vibe-nya sama dengan adegan kehujanan di drama. Semangkuk di puncak setelah mendaki gunung atau seteko di kios bindaetteok Pasar Gwangjang juga sudah kayak aturan tak tertulis.

Sejarahnya panjang. Catatan zaman Goryeo menyebut rakyat biasa minum minuman keras yang keruh, dan petani era Joseon meminumnya bareng camilan di sawah. Cendekiawan Jeong Yak-yong menulis bahwa larangan minum saat gagal panen harus ditegakkan keras, tapi lalu menambahkan bahwa minuman keruh boleh dibiarkan karena bisa mengganjal perut. Tahun 1960 sampai 70-an beras dilarang dipakai untuk bikin alkohol, jadi sempat ada makgeolli dari gandum. Sekarang hampir semua merek 100% beras, dan tahun 2021 budaya membuat dan berbagi makgeolli ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda nasional.

Ada juga bab yang bikin malu. Tahun 2010 pemerintah bikin lomba nama panggilan bahasa Inggris biar makgeolli go internasional, dan pemenangnya "Drunken Rice", alias nasi mabuk. Langsung dirujak netizen, dan di luar negeri orang tetap bilang makgeolli atau makkoli. Di stadion bisbol makgeolli juga sempat dilarang gara-gara aturan batas 5%, sampai batasnya naik jadi 6% di 2018.

Saeng makgeolli yang nggak dipasteurisasi masih terus fermentasi di dalam botol, jadi kalau dikocok lalu langsung dibuka, bisa muncrat. Triknya, balik botolnya dan putar pelan-pelan sebelum dibuka. Sekarang, ikut tren minuman tradisional dan craft beer, makgeolli dari brewery kecil yang manisnya murni dari beras tanpa aspartam jadi pilihan yang paling kekinian.