
Pasar Gwangjang
Pasar tradisional terbesar di Seoul yang umurnya sudah lebih dari seabad, tempat aroma bindaetteok goreng memenuhi setiap lorong. Sejak jadi destinasi wajib turis asing, drama soal harga getok juga nggak ada habisnya.
Semuanya dimulai tahun 1905. Perusahaan pengelola pasar, Gwangjang Co., berdiri bulan Juli tahun itu, jadi termasuk salah satu perusahaan tertua di Korea. Akarnya bahkan lebih jauh lagi, ke Baeogae, salah satu dari tiga pasar besar Seoul zaman Joseon. Rencana awalnya mau dibangun di atas sungai kecil di antara dua jembatan, makanya namanya pakai huruf "luas" dan "panjang". Karena teknologinya belum sanggup dan lokasinya pindah, namanya berubah jadi huruf yang artinya "mengumpulkan dan menyimpan secara luas". Setelah hancur akibat Perang Korea, para pedagang sendiri bikin komite dan membangunnya lagi.
Bintang utamanya jelas lorong makanan. Bindaetteok tebal dari kacang hijau giling, mi janchi guksu, yukhoe (tartar daging sapi ala Korea), dan sup ikan kod jadi menu andalan, bahkan ada gang khusus penjual yukhoe. Bindaetteok ditemani semangkuk makgeolli plus gimbap yang digulung di tempat adalah paket klasiknya. Uniknya, pas hujan malah makin rame, soalnya orang Korea bilang suara hujan mengingatkan mereka ke suara jeon yang digoreng. Bintang Hollywood kayak Sam Smith, Jessica Alba, dan Brie Larson juga pernah makan di sini. Keluar dari lorong makanan, ada deretan penjahit hanbok, toko selimut, dan kios kain, dan area baju vintage-nya dulu jadi tempat nongkrong anak hipster buat berburu barang unik yang murah.
Tapi ketenaran juga ada sisi gelapnya. Tahun 2023, video kios yang memasang harga 15.000 won untuk beberapa potong jeon viral, asosiasi pedagang langsung menjatuhkan skors 10 hari, dan pemerintah kota menerapkan label porsi serta mystery shopper. Tetap saja kasusnya berlanjut: harga sundae dinaikkan, lalu air mineral dijual dua kali lipat ke YouTuber yang sudah lebih dari sepuluh tahun jadi warga asing di Korea, semuanya terbongkar lewat video ala mukbang. Menu QR 20 bahasa dan mesin kartu sudah dipasang, tapi banyak warga Seoul sekarang cuma datang ke beberapa toko lama. Tipsnya: pilih kios yang pasang daftar harga. Jalan kaki beberapa menit sudah sampai ke gang-gang Euljiro, dan malamnya kios-kios menyala dengan vibe pojangmacha banget.