decodeK
songpyeon (송편)

songpyeon (송편)

KataMakananHari rayaKeluarga

Kue beras bentuk setengah bulan yang dibikin pas Chuseok. Dikukus di atas daun pinus, jadi wangi pinusnya nempel lembut.

Katanya songpyeon udah populer sejak zaman Goryeo. Dulu dibuat dari padi yang paling pertama matang tahun itu, dan di meja ritual leluhur waktu Chuseok, songpyeon gantiin nasi. Di hari pertama bulan kedua kalender lunar, keluarga juga bikin songpyeon buat dibagiin ke orang-orang yang kerja di ladang, semacam ucapan makasih sekaligus doa biar panen tahun ini lancar.

Cara bikinnya: tepung beras diuleni pakai air panas, diisi, lalu dijepit jadi bentuk setengah bulan atau kerang. Isian wijen campur gula juara mutlak, disusul kacang, kacang merah, dan kastanye. Nah, di sinilah tragedi yang semua orang Korea tahu: dari luar kamu nggak bisa nebak isinya, jadi kamu ambil satu ngarep wijen manis, eh yang kegigit kacang utuh. Gacha versi hari raya, dan kamu kalah. Daun pinusnya juga bukan cuma buat wangi, tapi biar kuenya nggak lengket satu sama lain. Cuma sekarang toko tteok kebanyakan nggak pakai lagi karena susah cari daun pinus yang bersih.

Warnanya juga seru. Kaca piring buat kuning, mugwort buat hijau, kulit dalam pinus buat pink. Anak muda diam-diam suka ngehindarin yang mugwort karena agak pahit, dan entah kenapa yang pink selalu habis duluan. Sekarang banyak juga yang pakai labu atau ubi ungu.

Bentuknya beda-beda tiap daerah. Di Gangwon, songpyeon-nya ditekan sampai ada bekas jari dan kadang adonan kentangnya diisi kastanye utuh; di Jeju bentuknya bulat, dan di sebagian Gyeongsang Utara ada yang bentuknya kayak UFO. Di Korea Utara katanya ukurannya segede kepalan tangan orang dewasa.

Ada pepatah lama: kalau bikin songpyeon cantik, nanti anaknya juga cantik. Makanya adegan satu keluarga duduk melingkar sambil ngeledekin bentuk songpyeon satu sama lain jadi pemandangan wajib drakor pas hari raya. Habis berjuang lewat macet mudik, adonan inilah yang nungguin kamu. Dulu juga ada tradisi makan songpyeon sebanyak umur di bulan purnama pertama tahun lunar buat nolak sial. Di antara tradisi yang masih dijalanin, ini salah satu yang paling repot, dan justru karena itu paling membekas.

Beberapa fakta real. Empat sampai lima songpyeon wijen kalorinya kira-kira setara semangkuk nasi, jadi santai aja makannya. Banyak keluarga ngidupin lagi sisa songpyeon jadi tteokbokki. Dan nama fan club resmi aktor Song Kang itu beneran Songpyeon.