decodeK

HYBE America

PerusahaanAgensiAmerikaEkspansi

Kantor pusat HYBE di Amerika, dibangun dengan membeli label-label AS. Anggap saja ini laboratorium untuk "ekspor balik" sistem K-pop: perusahaan Korea yang mencari dan melatih artis lokal langsung di pasar Amerika.

Badan usahanya didirikan di California pada April 2019, tapi namanya baru benar-benar meledak di April 2021, waktu induknya, HYBE, membeli 100% Ithaca Holdings sekitar 1,05 miliar dolar. Ithaca adalah holding milik Scooter Braun, manajer yang terkenal menangani Justin Bieber dan Ariana Grande, yang berawal dari agensi manajemen SB Projects sampai punya label country besar Big Machine Label Group. Agensi Korea mencaplok perusahaan manajemen besar Amerika: itulah momen perusahaan Korea membeli label Amerika. Braun masuk ke dewan HYBE dan sempat jadi CEO HYBE America, lalu di 2023 label hip hop Quality Control ikut bergabung.

Taruhan sebenarnya adalah HYBE UMG, perusahaan patungan dengan Geffen Records milik Universal Music. HYBE pegang 51% dan mengurus pencarian bakat, pelatihan trainee, dan koneksi dengan fans lewat Weverse, sementara Universal pegang produksi musik dan distribusi global. Awalnya rencananya boy group, lalu belok jadi girl group, dan sekitar 120 ribu orang mendaftar audisi global yang berjalan hampir dua tahun. Line-up finalnya dipilih lewat acara survival The Debut: Dream Academy, dan grup yang lahir dari situ di 2024 adalah KATSEYE.

Strateginya punya nama: lokalisasi. Bukan lirik Korea atau member Korea yang dijual, tapi cuma formula produksi K-pop-nya, yaitu sistem trainee, seleksi lewat acara survival, dan platform fans, lalu ditanam di pasar pop Amerika. Girl group kedua sedang dipilih lewat WORLD SCOUT: THE FINAL PIECE, dan boy group global pertama lagi disiapkan bareng Ryan Tedder dari OneRepublic. Akhir 2025 mereka bahkan bikin perusahaan patungan dengan manajer penyanyi Afrika Selatan Tyla, melebarkan sayap sampai ke Afrika.

Ujung-ujungnya, perusahaan ini lagi mencari jawaban satu pertanyaan: apakah tur dunia yang selalu sold out bakal tetap jadi senjata khas idol Korea, atau sistem K-pop itu sendiri bisa jalan di mana saja?