decodeK

Hengkangnya member China EXO

Kejadian2014-05GugatanChinaKontrak

Antara 2014 dan 2015, tiga member EXO kelahiran China, Kris, Luhan, dan Tao, satu per satu menggugat kontrak mereka lalu pulang ke China. Di sinilah kelihatan titik lemah strategi menaklukkan dua pasar sekaligus lewat satu grup.

Awalnya semua dirancang rapi. EXO debut tahun 2012 dengan dua belas member yang dibagi jadi dua subunit: EXO-K untuk Korea dan EXO-M untuk China, yang merilis lagu yang sama dalam bahasa Korea dan Mandarin di hari yang sama. SM Entertainment memang bikin grup ini buat membidik pasar China dari awal. Di EXO-M ada empat member kelahiran China, yaitu Kris, Luhan, Tao, dan Lay, dan waktu Growl meledak di 2013, rencananya kelihatan sempurna banget.

Retakan pertama muncul tanggal 15 Mei 2014. Kris, leader EXO-M, menggugat untuk membatalkan kontrak eksklusifnya dan langsung keluar dari grup. Fandom kacau, dan member yang tersisa curhat di media sosial. Yang paling duluan bersuara adalah Chanyeol dan Tao. Tao, yang paling nempel sama Kris, menulis postingan panjang soal rasa dikhianati, dan itu bikin opini publik Korea berbalik drastis. Nggak ada yang nyangka setahun kemudian Tao sendiri bakal ambil jalan yang sama.

Yang kedua lebih nyesek. Sepanjang musim panas itu, badan Luhan udah kasih tanda: dia turun panggung lebih awal karena gejala heatstroke dan absen di konser Thailand karena insomnia dan sakit kepala. Bulan Oktober, dia mengajukan gugatan serupa lewat firma hukum yang sama dengan Kris. Di gugatannya tertulis dia nggak menerima pembagian hasil dengan benar selama setahun sejak Oktober 2013, plus kondisi kesehatannya memburuk. SM membalas dengan bilang ada pihak di balik layar, dan di hari beritanya keluar, nilai pasar perusahaan anjlok sekitar 100 miliar won. Luhan dikenal paling rendah hati dan paling disayang fans, jadi pukulannya terasa lebih berat. Popularitasnya di China juga gila banget: satu postingan Weibo-nya pernah dapat 13 juta komentar dan masuk Guinness World Records. Di hari yang sama, Lay dan Zhou Mi, member China dari Super Junior-M, mengunggah dukungan buat Luhan di Weibo.

Lalu giliran Tao. Dia keluar setelah promosi album kedua EXODUS di 2015 dan juga menggugat soal kontraknya. Tapi ending-nya beda. Kasusnya naik sampai Mahkamah Agung Korea, dan pengadilan menyatakan kontrak SM sah. Delapan tahun kemudian, SM mengeluarkan putusan ini lagi sebagai tameng dalam sengketa pembayaran dengan member lain. Baru setelah kasus Tao selesai, situs resmi merapikan jumlah member dari dua belas jadi sembilan.

Gugatan Kris dan Luhan berakhir Juli 2016 lewat rekomendasi damai dari pengadilan, jadi nggak ada yang menang. Kontrak tetap berlaku sampai 2022 seperti awalnya, tapi mereka cuma dilarang beraktivitas di Korea dan Jepang, dan bebas kerja di mana pun selain itu. SM menegaskan mereka nggak akan balik ke EXO. Setelahnya, Kris sempat dapat peran di film Hollywood, tapi kariernya berhenti di 2021 waktu dia ditahan di China atas kasus kejahatan seksual. Luhan jadi aktor papan atas di dunia berbahasa Mandarin, sementara Tao banting setir jadi pengusaha yang menjalankan brand produk kewanitaan.

Yang bertahan adalah Lay. Sejak era album keempat THE WAR di 2017, dia fokus ke aktivitas solo di China dan absen dari hampir semua kegiatan grup, lalu kontraknya dengan SM habis April 2022. Bertahun-tahun orang debat apakah dia diam-diam keluar, tapi dia muncul lagi sebagai bagian EXO di pemotretan season's greetings 2025. Per pertengahan 2026, dia kembali fokus ke karier solonya di China.

Di Korea, kejadian ini masih sering dibahas karena maknanya lebih dari sekadar ganti formasi. Rumus agensi Korea yang melatih member China buat menembus pasar China goyah begitu para member sadar mereka bisa dapat jauh lebih banyak kalau jalan sendiri di negaranya, dan kontrak jangka panjang ala Korea membawa keretakan itu ke pengadilan. Gugatan TVXQ di agensi yang sama sudah melempar pertanyaan serupa lima tahun sebelumnya. Mulai 2016, larangan Hallyu bikin jalur China makin sempit, dan kelihatan jelas seberapa besar hubungan Korea dan China bisa mengguncang industri idol. Yang menjaga grup dari dua belas jadi sembilan ini tetap utuh adalah leader Suho. Chant EXO masih sama: Suho teriak We are, semua jawab One.