Menagih kejelasan soal uang
Juni 2023, Xiumin, Baekhyun, dan Chen dari EXO menuntut rincian pembayaran mereka dan memberi tahu SM bahwa mereka memutus kontrak, lalu damai lewat kesepakatan 18 hari kemudian. Ini momen ketika idol mulai terang-terangan bertanya: sebenarnya bagianku berapa?
Pagi tanggal 1 Juni 2023, tiga member EXO, yaitu Baekhyun, Xiumin, dan Chen (fans menyebut mereka CBX atau Chen-Baek-Xi, dari nama subunit mereka), lewat kuasa hukumnya memberi tahu SM Entertainment bahwa mereka mengakhiri kontrak eksklusif. Alasannya ada dua. Pertama, soal uang: sejak 21 Maret mereka sudah mengirim tujuh surat resmi untuk minta salinan data pembagian hasil beserta dasar perhitungannya, tapi SM nggak pernah memberikannya. Kedua, soal durasi: selain kontrak 12 sampai 13 tahun yang sudah mereka jalani, kontrak baru bikin mereka terikat minimal 17 sampai 18 tahun, hampir 20 tahun kalau masa trainee dihitung, dan menurut mereka itu terasa seperti kontrak budak. Mereka mengutip patokan tujuh tahun di kontrak standar artis dan putusan 2009 dalam gugatan TVXQ, saat pengadilan mempersoalkan kontrak 13 tahun. Di akhir pernyataan, mereka bahkan mengaku takut.
SM langsung membantah di hari yang sama. Katanya, sejak aturan berubah pembayaran dilakukan tiap bulan, data bisa dilihat kapan saja di kantor, dan porsi bagi hasil sudah dinaikkan dua kali padahal nggak diwajibkan kontrak. Kontrak baru yang diteken 30 Desember 2022, menurut SM, lahir dari negosiasi satu setengah tahun dengan firma hukum besar pilihan para member sendiri, termasuk delapan kali revisi cuma di bulan terakhir. SM juga menyebut Mahkamah Agung sudah mengesahkan durasi kontraknya lewat kasus mantan member Tao (lihat hengkangnya member China). Bahkan ada contohnya: member Girls' Generation dan f(x) pindah agensi tapi tetap akur, sementara TVXQ dan Super Junior sudah dua kali perpanjang kontrak.
Tapi kartu utama SM adalah tuduhan soal pihak luar. SM bilang ada yang mendekati para member dan membisikkan bahwa tanda tangan dengan perusahaan lain itu aman, dan salinan data sengaja nggak diberikan karena takut bocor ke pihak ketiga itu. Timing-nya juga sensitif banget: SM baru saja lolos dari perebutan kendali SM dan meluncurkan strategi SM 3.0. Big Planet Made, yang dikirimi surat resmi oleh SM, bilang mereka bahkan belum pernah ketemu ketiganya, dan penyanyi MC Mong menegaskan dia cuma dekat dengan Baekhyun sebagai senior di industri.
Arah berubah tanggal 5 Juni, waktu SM mundur selangkah dan menawarkan salinan data dengan persetujuan member. Lalu 18 Juni tercapai kesepakatan: aktivitas grup EXO tetap di SM, sementara aktivitas solo dan subunit jalan lewat label milik mereka sendiri, INB100. Sebagai gantinya, mereka membayar 10% pendapatan individu ke SM, dan kedua pihak sepakat kontrak eksklusif tetap sah. Besoknya keluar pernyataan bersama. Dari pemberitahuan sampai damai: pas 18 hari.
Tapi ceritanya belum selesai. Bulan Juli muncul berita soal rekaman yang katanya berisi MC Mong bilang ingin membawa Kai dan Baekhyun, dan MC Mong membalas bahwa itu rekaman ilegal yang dipotong-potong dengan niat jahat. Mei 2024, INB100 bergabung di bawah One Hundred, perusahaan MC Mong, dan 10 Juni pihak CBX menggelar konferensi pers yang menuduh SM nggak menepati janji biaya distribusi 5,5%, sehingga seluruh kesepakatan dipersoalkan. Imbasnya, album full member EXO yang direncanakan musim dingin itu praktis batal. Laporan penipuan mereka terhadap petinggi SM berakhir tanpa pelimpahan dari polisi, tanpa dakwaan dari jaksa, dan banding ditolak, sementara permintaan data pembayaran 13 tahun juga sebagian besar ditolak sampai Mahkamah Agung. Tahun 2025, kubu Xiumin mengklaim dia dihalangi tampil di Music Bank KBS, yang dibantah KBS, dan situasinya mereda saat Mei itu Baekhyun tampil di Music Bank di minggu yang sama dengan RIIZE dari SM. Februari 2026, SM menyita sementara aset ketiganya senilai total 2,6 miliar won untuk mengamankan tagihan 10% sesuai kesepakatan, dan April itu sidang pertama gugatan dari kedua pihak digelar.
Member lain kebanyakan memilih diam. Leader Suho bilang di wawancara Juni 2024 bahwa member lain juga tahu soal konferensi pers dari berita dan kaget banget, dan yang paling mereka rasakan adalah rasa bersalah ke fans. Sementara itu, D.O. keluar dari SM dan pindah agensi saat kontraknya habis November 2023, tapi menegaskan tetap ikut aktivitas grup, bukti bahwa beda label pun tim tetap bisa dijaga.
Yang bikin kasus ini berat di Korea adalah pertanyaannya sendiri. Soal pembagian hasil sudah lama jadi kotak hitam industri idol, dan jarang banget ada bintang papan atas yang terang-terangan minta salinan dokumen di balik bayaran mereka sendiri. Pertanyaan yang dulu dilempar TVXQ di agensi yang sama 14 tahun sebelumnya muncul lagi, kali ini dari salah satu grup paling berpengaruh di generasi ketiga.