
f(x)
Girl group multinasional SM yang debut tahun 2009. Lirik yang nyeleneh dan musik elektronik eksperimental bikin batas musik girl group jadi lebih luas, dan mereka sering disebut akar sound generasi keempat.
f(x) debut berlima di bawah SM Entertainment pada 5 September 2009: leader asal Tiongkok Victoria, Amber yang keturunan Taiwan-Amerika, Luna, Sulli, dan Krystal yang berkewarganegaraan ganda Korea-Amerika. Lebih dari separuh member lahir di luar Korea, jadi grup ini memang disiapkan buat pasar luar negeri sejak awal. Waktu masih rookie, ngobrol sama Victoria yang belum lancar bahasa Korea butuh estafet: omongan Luna diterjemahkan Krystal ke bahasa Inggris, lalu Amber menyampaikannya dalam bahasa Mandarin.
Namanya diambil dari simbol fungsi di matematika. Seperti hasilnya berubah tergantung nilai x, tiap member diharapkan menunjukkan pesona yang beda-beda, dan Lee Soo-man katanya memilih simbol ini karena akrab buat remaja. Ada juga tafsiran f dari flower dan x dari kromosom XX, makanya bunga sering muncul di visual mereka. Fans Korea menjuluki grupnya 'Hamsu' (fungsi) dan membernya 'Hamsuni', dan beneran pernah ada kafe antifans bernama 'Fungsi Invers'. Bahkan nama panggung member ditulis kayak rumus: f(Krystal), f(Victoria).
Tiap lagu utama kedengarannya kayak grup yang beda. Setelah debut dengan LA chA TA, datang NU ABO yang memakai golongan darah fiktif sebagai simbol generasi baru, lalu di 2011 Pinocchio (Danger) memberi mereka kemenangan music show pertama. Electric Shock di 2012 memotong-motong konsonan kayak gagap, menjadikan pelafalan sebagai perkusi. Lalu ada Rum Pum Pum Pum yang mengibaratkan cinta pertama dengan gigi bungsu yang telat tumbuh, Red Light yang kayak lampu peringatan, dan belokan deep house di 4 Walls. Liriknya sering dibilang aneh, tapi tiap lagu punya gambaran inti yang jelas, dan pembuka NU ABO yang bicara ke 'unnie', bukan ke pacar cowok, terasa segar banget waktu itu. Mereka hampir nggak pakai warna R&B yang biasa ada di lagu SM, dan itu bikin mereka menonjol bahkan di dalam agensi dengan sound khas.
Kritikus yang duluan sadar. Antara 2011 dan 2016 mereka sepuluh kali dinominasikan di kategori Best Dance & Electronic Korean Music Awards, dan menang di 2013 lewat Electric Shock. Album kedua Pink Tape, dikemas kayak kaset VHS pink lengkap dengan film seninya, dinobatkan Billboard pada 2019 sebagai album K-pop terbaik dekade 2010-an. Waktu mengulas 4 Walls di 2015, Pitchfork menulis bahwa jarang ada pintu masuk ke K-pop yang lebih baik dari f(x). Visual eksperimental mereka sering dikaitkan dengan kerja Min Hee-jin. Tapi mereka bukan cuma buat kalangan tertentu: Hot Summer ada di posisi 16 chart tahunan Melon 2011, dan MV Electric Shock tembus 100 juta view YouTube di 2016.
Nama fandom mereka, me(you), baru diumumkan di konser Januari 2016, lebih dari enam tahun setelah debut, dan warna balonnya, pearl light periwinkle, adalah nama warna resmi terpanjang di dunia idol. Mereka nggak punya salam grup, tapi punya yel: telunjuk dikumpulkan, ditekuk jadi bentuk f, lalu teriak 'f(x)!' Kekesalan fans juga legendaris. Jumlah album mereka lebih sedikit dari junior seperti EXO dan Red Velvet, dan SM nggak pernah sekali pun merilis video dance practice resmi, sampai fans menyindir f(x) cuma 'grup portofolio' SM.
Sulli keluar dari grup pada Agustus 2015 untuk fokus ke akting dan kegiatan pribadi, dan f(x) yang tinggal berempat mencetak penjualan minggu pertama tertinggi mereka tahun itu lewat 4 Walls. Oktober 2019 Sulli meninggal di usia 25 tahun, kehilangan yang mengubah pembicaraan di Korea soal komentar jahat. Di tahun yang sama kontrak para member dengan SM mulai berakhir satu per satu, dan setelah kontrak kerja sama Victoria selesai di 2021, nggak ada lagi member yang tersisa di SM. Hak atas nama grup tetap milik SM.
Sekarang Krystal jadi aktris, Luna jadi penyanyi solo dan aktris musikal yang pernah menang King of Mask Singer dua kali berturut-turut, Amber aktif solo dan manggung di luar negeri, sementara Victoria berakting di Tiongkok. Musik mereka justru makin sering dibawakan ulang. NMIXX meng-cover Electric Shock, fromis_9 membawakan Red Light, dan Karina serta Winter dari aespa tampil membawakan Chu~ bareng Irene dan Seulgi Red Velvet. Satu pihak membawa sound eksperimental ke girl group, pihak lain mewarisinya sebagai standar: itulah hubungan f(x) dan aespa, dan alasan orang bilang eksperimen grup generasi kedua ini jadi norma generasi keempat. Dengan estetika Y2K yang balik lagi, artwork dan video Pink Tape juga ikut naik daun lagi.