decodeK

fandom + 이름 (팬덤 이름)

KataFandomStruktur

Tiap grup punya nama fandom resmi. ARMY, BLINK, UAENA: begitu namanya ada, fans yang tadinya tercecer langsung jadi satu barisan.

Kebiasaan ini mulai dari idol generasi pertama tahun 90-an. Fanclub H.O.T. bernama Club H.O.T., dan dari situ tradisi kasih nama plus warna khusus untuk fanclub jadi baku. Fans rival mereka, SECHSKIES, disebut Yellow Kiss, sedangkan fans SHINHWA disebut Shinhwa Changjo. Suasana zaman itu, waktu venue konser terbelah jadi lautan balon putih dan balon kuning, terekam pas banget di drakor Reply 1997.

Mulai generasi kedua, namanya makin iseng dan makin punya cerita. Contohnya Cassiopeia dari TVXQ, E.L.F. dari Super Junior, VIP dari BIGBANG, dan EXO-L dari EXO. ARMY (A.R.M.Y) milik BTS sebenarnya akronim dari frasa bahasa Inggris yang lebih panjang, sementara BLINK milik BLACKPINK menggabungkan black dan pink jadi satu kata. Memelesetkan nama grup, kayak ATINY dari ATEEZ, juga jurus klasik.

Punya nama berarti bisa bergerak terorganisir. Streaming serentak yang disebut chonggong dan donasi fandom tiap ulang tahun idol semuanya jalan di bawah bendera nama fandom. Di platform Weverse, nama fandom ya langsung jadi nama komunitasnya. Solois dan grup rookie juga nggak ketinggalan: IU punya UAENA, NewJeans punya Bunnies.

Model ini menyebar ke luar dunia idol. Fanclub pro gamer Lim Yo-hwan meniru mentah-mentah cara fandom idol. Di film animasi KPop Demon Hunters, girl group fiktif dan suara fans-nya ada di jantung cerita. Dan waktu lightstick membanjiri alun-alun Korea, tiap fans datang membawa cahaya fandomnya sendiri.