jakmyeong (이름 짓기)
Kebanyakan nama Korea terdiri dari satu suku kata marga dan dua suku kata nama. Ada orang tua yang menimbang arti dan jumlah goresan tiap aksara Tionghoa, dan makin banyak keluarga yang nggak pakai hanja sama sekali dan memilih kata asli Korea.
Makanya ada ungkapan "aku pertaruhkan tiga suku kata namaku". Dua suku kata nama biasanya diambil dari dua hanja berbeda yang dipilih karena artinya, jadi kalau cuma ditulis pakai Hangeul, kamu nggak bakal tahu hanja-nya apa sebelum nanya langsung. Ada juga suku kata generasi, dollimja atau hangnyeolja: satu aksara yang dipakai bareng oleh saudara kandung atau sepupu, ditetapkan keluarga besar untuk tiap generasi, makanya ada nama yang banyak banget muncul di marga tertentu. Kalau mau mendaftarkan hanja di akta kelahiran, cuma boleh pakai aksara dari daftar resmi Mahkamah Agung, dan sejak 1993 nama tanpa marga nggak boleh lebih dari lima suku kata.
Memberi nama juga nyambung ke kepercayaan. Ada orang tua yang bayar peramal atau jasa pemberi nama biar namanya cocok sama energi hari lahir si bayi, dan nggak sedikit orang dewasa yang ganti nama secara resmi karena hidupnya terasa nggak lancar. Ganti nama pun ada trennya. Kalau ada ibu-ibu umur 50-an ke atas namanya Seo-yeon, candaannya dia hampir pasti sudah ganti nama.
Tren nama itu kayak mesin waktu. Gara-gara kebijakan paksa ganti nama ala Jepang di masa penjajahan Jepang, nama perempuan berakhiran -ja seperti Young-ja atau Sun-ja masih umum sampai kelahiran awal 70-an, dan sekarang kedengarannya kayak nama nenek. Nama asli Korea, yang sempat hilang karena catatan sipil waktu itu nggak mau menerima nama dalam aksara Korea, balik lagi mulai anak perempuan kelahiran akhir 70-an, dan di era 2020-an dipakai buat cowok dan cewek. Nama yang cuma ditulis pakai Hangeul sekarang udah nggak aneh. Di sisi nama cowok, Ji-hoon bertahan di papan atas selama puluhan tahun.
Karena marganya sedikit dan semua orang ngejar nama yang lagi tren, kalau di satu kelas ada dua anak bernama sama, mereka dipanggil "Ji-young besar" dan "Ji-young kecil". Salahkan saja banyaknya Kim, Lee, dan Park. Satu selebriti bahkan bisa mengubah kesan gender sebuah nama. Tae-yeon dulu lebih umum buat cowok, tapi setelah Taeyeon dari Girls' Generation meledak, sekitar tiga dari empat Tae-yeon yang lahir sejak 2008 itu perempuan. Idol yang punya nama panggung sendiri dan fans yang serius banget mikirin nama fandom juga lahir dari kecintaan yang sama pada nama.