decodeK

chonggong (총공)

KataFandomChart

Singkatan dari 'serangan total'. Ini aksi terorganisir saat fandom kompakan di jam yang sama buat muter lagu terus-terusan, numpuk vote ke satu arah, atau naikin hashtag.

Ujung-ujungnya ya menang nomor 1. Trofi acara musik dan penghargaan ditentukan dari penjualan album, streaming, dan vote, jadi fandom bikin serangan khusus buat tiap kategori. Ada serangan streaming, semua muter lagu yang sama di jam yang udah ditentuin (lihat seuming), serangan hadiah alias beli lagu buat akun lain, serangan request radio, sampai serangan view MV. Serangan vote buat acara musik bisa berarti nonton iklan di aplikasi dan ngerjain misi cuma buat dapet tiket vote, udah kayak kerja nggak dibayar. All-kill di semua chart dan janji nomor 1 yang harus ditepati idol semuanya berdiri di atas daya tembak ini.

Bukan cuma soal angka. Ada serangan hashtag biar masuk trending Twitter, gerakan report kata kunci pencarian jelek yang nempel di nama member lalu ditimpa kata lain, dan serbuan komentar di artikel berita. Kalau agensi dianggap memperlakukan member dengan nggak adil, email dan faks langsung membanjir. Waktu fandom melawan agensinya sendiri, polanya persis sama.

Cara kerjanya mirip perusahaan kecil. Fans milih koordinator utama yang disebut chongdae, rekrut staf, bagi tugas, dan galang dana buat langganan streaming dan hadiah giveaway. Sebelum comeback ada serangan latihan: lagu-lagu lama yang udah hilang dari chart dinaikin lagi murni pakai tenaga fans buat ngukur kekuatan. Januari 2020, latihan fandom BTS berhasil bawa lagu ke posisi 4 chart real-time Melon. SEVENTEEN, NCT 127, dan dari girl group ada IZ*ONE juga masuk chart dengan cara ini.

Budaya ini tumbuh bareng boom idol generasi kedua sekitar 2007, dan markasnya jadi galeri DC Inside. Ada tradisi seru yang mulai di galeri Red Velvet akhir 2015: fans muterin lagu grup lain lalu posting screenshot jam mulai dan selesai sebagai bukti, semacam tukeran bantuan yang meledak berkat Produce 101. Kalau comeback rival tabrakan, strateginya makin licik. BIGBANG rilis sehari sebelum EXO, dan fans BIGBANG sengaja nahan download biar bisa beli barengan tepat jam 12 malam di hari rilis EXO. Ceritanya masih sering dibahas sampai sekarang.

Tentu ada sisi gelapnya. Kritik yang selalu muncul: chart jadi ngukur kekuatan fandom, bukan selera publik, dan tiap kali muncul tuduhan manipulasi streaming, chonggong ikut dibandingin. Banyak juga yang bilang manipulasi pakai bot itu ilegal, sedangkan fans streaming dari akun sendiri beda cerita. Kadang, kayak waktu Butter, pemutaran berulang sampai bikin debat soal aturan chart. Sekarang katanya juga dipakai di luar fandom: nyerbu lembaga atau perusahaan pakai komplain dan telepon barengan juga disebut chonggong.