decodeK

Saat fandom melawan agensinya

Kejadian2024-05FandomSengketaPerilaku

Fans yang menolak keputusan agensi mengirim truk, merilis pernyataan sikap, dan berkumpul di depan lokasi rapat pemegang saham. Di momen ini kelihatan jelas cara fandom bergerak bukan sebagai konsumen, tapi sebagai pihak yang punya kepentingan.

Latarnya adalah perseteruan HYBE vs ADOR di musim semi 2024. Waktu induk perusahaan HYBE menuduh Min Hee-jin, CEO label anak ADOR, berusaha merebut kendali dan langsung melakukan audit, sebagian Bunnies, fandom NewJeans, cepat banget mengorganisir diri. Bulan Mei, truk yang menolak keputusan perusahaan mulai jalan, pernyataan sikap bermunculan, dan fans datang sampai ke depan lokasi rapat pemegang saham. Grafik ini nggak menganggap klaim pihak mana pun sebagai fakta. Yang mau dilihat di sini adalah cara fans bertarung.

Pertama, truk. Truk LED awalnya alat dukungan fandom buat ulang tahun atau comeback idol. Truk ini jadi terkenal sebagai alat protes di awal 2020-an, waktu gamer dan fans esports, termasuk fans T1, mengirim truk untuk memprotes keputusan manajemen. Cukup patungan, nggak perlu ada yang turun ke jalan, dan tetap bisa dipakai saat aturan COVID melarang aksi massa, jadi cepat banget menyebar. Lalu truk kembali ke dunia K-pop. Februari 2024, truk terparkir di depan CJ ENM dan agensi gara-gara ucapan salah satu member ZEROBASEONE saat fansign video call. Tahun yang sama, truk muncul setelah berita pacaran KARINA, yang berujung pada surat permintaan maaf tulisan tangannya. Fans idol Korea di China juga pernah meniru cara ini. Masalahnya, karena siapa pun yang punya uang bisa pesan, makin sering dipakai, makin terasa ringan bobotnya.

Kedua, pernyataan sikap dan kekuatan massa. Fandom menulis statement, kompak pakai hashtag, dan mengirim email ke pengiklan. Jurus chonggong yang biasa dipakai buat mendongkrak chart dipindah langsung ke aksi protes, dan boikot serta tuntutan untuk menarik seseorang ada di kotak perkakas yang sama. Dukungan juga diorganisir dengan cara serupa. Saat konflik memanas, muncul Team Bunnies, kelompok fans pro NewJeans yang mengaku berisi profesional dari bidang hukum, media, keuangan, dan lainnya. Oktober 2024 mereka membuka donasi untuk melaporkan postingan jahat dan tembus lebih dari 50 juta won dalam delapan jam. Tapi mengumpulkan lebih dari 10 juta won tanpa registrasi melanggar UU donasi Korea, jadi pengelolanya diperiksa, dan ternyata dia masih di bawah umur, sehingga kasusnya dilimpahkan ke pengadilan keluarga. Team Bunnies kemudian bilang pengadilan mengakui dananya dipakai untuk tujuan yang baik, dan kasus ditutup dengan tindakan perlindungan paling ringan.

Pertarungan masuk sampai ke ruang sidang. Setelah para member menyatakan kontrak mereka berakhir pada November 2024, agensi mengajukan permohonan putusan sela, dan Bunnies mengirim petisi massal ke pengadilan supaya permohonan itu ditolak. Di tengah jalan, sebagian fans bikin giveaway ayam goreng dan paket burger buat yang mengunggah bukti sudah mengirim petisi. Sekitar 130 orang ikut, jadilah kontroversi baru, dan Team Bunnies menegaskan mereka nggak terlibat. Akhirnya pengadilan mengabulkan permohonan agensi. Sementara itu Hanni hadir sebagai saksi di audit Majelis Nasional.

Kenapa ini heboh banget di Korea? Fans beli album, bayar membership, bahkan berdonasi atas nama idolnya, jadi mereka merasa berhak ikut bersuara soal keputusan perusahaan. Perasaan ini nyambung dengan pindahnya fandom ke dalam platform: karena fans ngumpul di aplikasi buatan agensi seperti Weverse, protesnya pun meledak di dalam sana duluan. Kekuatan organisasi yang sama juga mengalir ke donasi fandom dan ke lightstick yang memenuhi alun-alun di musim dingin 2024. Di sisi lain, mengirim truk gara-gara urusan pacaran idol banyak dikritik bahkan dari dalam fandom sendiri. Itulah kenapa urusan pacaran idol masih jadi topik yang panas.