decodeK

Pengadilan menarik rem

Kejadian2025-03SengketaPengadilanMasih berjalan

Setelah NewJeans menyatakan kontraknya berakhir, ADOR minta pengadilan membekukan situasi, dan pada 21 Maret 2025 injunction itu dikabulkan sepenuhnya. Aktivitas independen para member langsung terhenti.

Setelah pengumuman pemutusan kontrak, para member bersiap mulai lagi di luar agensi. Pada 6 Januari 2025, ADOR mengajukan injunction ke Pengadilan Distrik Pusat Seoul untuk mempertahankan statusnya sebagai agensi dan melarang mereka tanda tangan kontrak iklan sendiri. Bulan Februari, cakupannya diperluas ke hampir semua aktivitas hiburan, dari menulis lirik, bikin lagu, sampai menyanyi. Injunction mengunci keadaan sampai gugatan pokok diputus, jadi kalah di sini artinya terikat selama seluruh proses. Praktisnya, ini ronde pertama.

Tanggal 21 Maret, pengadilan memenangkan ADOR di semua poin. Logikanya begini: pihak yang mau keluar dari kontrak karena kepercayaan rusak harus bisa membuktikannya, dan bukti dari kubu NewJeans nggak cukup. Pencopotan Min Hee-jin sebagai CEO, keluhan terbesar para member, dianggap keputusan bisnis. Kontraknya juga nggak pernah bilang Min wajib jadi produser mereka, dan Min sebenarnya bisa tetap jadi direktur internal dan lanjut memproduseri, tapi dia memilih mundur. Soal ucapan abaikan dia yang diangkat Hanni, pengadilan menilai sulit dipastikan dia benar-benar mendengarnya, dan ADOR sudah mengambil langkah seperti mengamankan rekaman CCTV. Klaim bahwa ILLIT meniru konsep mereka juga nggak bisa dipastikan, dan kalaupun benar, itu nggak ada hubungannya dengan kepercayaan antara ADOR dan member. Konflik dengan rumah produksi iklan Dolphiners Films pun nggak diakui sebagai alasan.

Kejadian dua hari kemudian bikin putusan ini makin terkenal. Pada 23 Maret mereka tetap tampil di ComplexCon Hong Kong sesuai jadwal, tapi bukan sebagai NewJeans. Mereka pakai nama baru, NJZ, bahkan membawakan lagu baru. Mereka nggak menemui staf ADOR yang datang ke lokasi. Lalu di akhir penampilan, mereka mengumumkan berhenti dari semua aktivitas untuk mematuhi pengadilan. Sekitar waktu yang sama, wawancara dengan TIME terbit dan memuat kalimat bahwa Korea seolah ingin menjadikan mereka revolusioner. Di dalam negeri, ada yang menuding mereka menjelekkan seluruh Korea, ada juga yang membela bahwa kutipan itu dipotong dari konteksnya.

Semua upaya melawan mentok. Pada 16 April, majelis yang sama menolak keberatan mereka, dan pada 17 Juni Pengadilan Tinggi Seoul menolak banding. Karena nggak ada upaya lanjutan, injunction berkekuatan tetap pada 25 Juni. Di tengah itu, 29 Mei, pengadilan menambah denda paksa: kalau sebelum putusan tingkat pertama ada aktivitas independen tanpa izin ADOR, tiap member wajib bayar 1 miliar won per aktivitas. Pengadilan secara spesifik menyebut penampilan Hong Kong atas nama NJZ sebagai pelanggaran. ADOR sebenarnya minta 2 miliar, tapi dipotong setengah. Hitung sendiri: satu panggung berlima bisa kena 5 miliar won.

Putusan ini terasa berat di Korea karena sejarahnya. Sengketa kontrak idol sudah berulang kali terjadi sejak gugatan TVXQ, dan selalu mempertemukan isu kontrak budak dengan hak agensi melindungi investasinya. Kasus itu melahirkan kontrak standar artis, dan orang menunggu apakah kasus ini juga bakal menggeser aturan. Baru saja melewati sengketa FIFTY FIFTY, asosiasi industri menuntut aturan untuk memberantas tampering, yaitu pihak luar yang membujuk artis yang masih terikat kontrak, dan ADOR juga menuduh ada tampering di kasus ini. Gerakan fans yang mendukung para member nggak mengubah penilaian pengadilan. Putusan ini jadi patokan soal sejauh mana idol boleh bergerak sendiri selama sengketa masih berjalan.

Putusan tingkat pertama gugatan pokok keluar pada 30 Oktober 2025, dan lagi-lagi ADOR menang telak. Pengadilan juga menilai audit HYBE terhadap ADOR nggak bermasalah. Kuasa hukum para member bilang bakal langsung banding, tapi pada 12 November, sehari sebelum tenggat, Haerin dan Hyein mengumumkan lewat ADOR bahwa mereka kembali, dan malam itu Minji, Hanni, serta Danielle juga menyatakan bakal balik, jadi putusannya berkekuatan tetap. Pada 29 Desember, ADOR mengumumkan kembalinya Hanni, memberi tahu Danielle bahwa kontraknya diputus, dan menyatakan akan menuntut tanggung jawab hukum dari salah satu anggota keluarga Danielle serta Min Hee-jin. Karena pemutusan itu pemberitahuan sepihak dari agensi, masih ada ruang untuk digugat.