decodeK

Boikot dan tuntutan dicopot

KataOpini publikFandomPerdebatanInti

Begitu ada masalah, tuntutan 'turunin dari iklan, keluarin dari acara' bisa terorganisir dalam hitungan jam. Efeknya nyata, tapi kadang vonisnya datang duluan sebelum faktanya jelas.

Kata boikot sendiri asalnya dari nama orang. Sekitar tahun 1880 di Irlandia, warga ramai-ramai mengucilkan Charles Boycott, pengelola lahan asal Inggris yang menagih sewa, dan nama belakangnya jadi kata kerja. Di Korea kata ini sekarang dipakai buat apa aja, dari nggak beli, menolak, sampai putus hubungan. Di dunia hiburan bentuknya dua: nggak mau beli produk, dan nuntut seleb dicopot dari kontrak iklan dan acaranya, yang di Korea disebut hacha.

Kecepatannya khas Korea. Begitu muncul tuduhan bullying di sekolah, kasus nyetir sambil mabuk, atau omongan yang bikin ribut, komunitas langsung nyebar daftar sponsor lengkap sama nomor layanan pelanggannya, dan brand narik iklan sebelum sore lalu putus hubungan. Tahun 2021, drama sageuk Joseon Exorcist ditinggal sponsor dan pengiklan satu per satu di tengah tuduhan distorsi sejarah, lalu tamat cuma setelah dua episode. Snowdrop yang sampai memicu petisi penghentian tayang juga ada di gelombang yang sama.

Ini juga lintas negara. Boikot produk Jepang tahun 2019 nunjukin banget tegangnya hubungan dengan Jepang, dan konten Korea juga pernah jadi sasaran: larangan Hallyu tidak resmi dari China setelah THAAD, atau netizen China yang nyoba boikot gara-gara satu adegan di Running Man. Fans juga pakai jurus yang sama buat agensi idolnya sendiri, lewat truk protes dan pernyataan sikap, di gerakan fandom melawan agensi.

Masalahnya ada di cara membalikkannya. Di kasus unggahan anonim, satu postingan bikin iklan dan peran seorang aktor berhenti dalam sehari, sebelum bantahan dan koreksi membalik keadaan. Di kasus dugaan narkoba yang berakhir bebas, berbulan-bulan pemberitaan setelah penyelidikan narkoba akhirnya ditutup tanpa dakwaan. Tuntutannya selesai duluan, konfirmasinya datang belakangan.

Ada batas hukumnya juga. Bilang nggak mau beli itu kebebasan berekspresi, tapi neror pengiklan pakai telepon protes bisa lewat batas. Tahun 2008, penggerak kampanye yang menekan pengiklan beberapa surat kabar dijatuhi hukuman penjara dengan masa percobaan atas pemaksaan.