decodeK

Tuduhan manipulasi streaming (sajaegi)

Kejadian2019-11ChartDugaanSistem

Dulu, lagu penyanyi yang nggak dikenal sering tiba-tiba nangkring di nomor satu tengah malam. Tuduhan inilah yang bikin industri musik Korea heboh hampir sepuluh tahun. Bukti kuatnya jarang ketemu, jadi yang akhirnya berubah justru sistem chart-nya.

Sajaegi (artinya menimbun) adalah praktik bayar calo supaya satu lagu diputar ribuan kali sehari lewat ratusan HP dan akun palsu sampai naik peringkat. Kalau di olahraga, ini sama dengan pengaturan skor. Awalnya yang ada itu borong album, tapi begitu pasar pindah dari album fisik ke streaming, medan perangnya ikut pindah ke chart digital. Di Korea, chart real-time di platform lokal seperti Melon itu patokan lagu yang lagi hits, dan juga masuk ke skor kemenangan acara musik. Jadi peringkat itu uang sekaligus promosi.

Polanya selalu mirip. Lagu balada dari penyanyi tanpa fandom dan nyaris nggak pernah tampil di TV tiba-tiba nyalip lagu idol satu per satu pas dini hari. Alasannya biasanya viral di halaman musik Facebook. Padahal lagu yeokjuhaeng (yang naik lagi lama setelah rilis) yang beneran butuh lebih dari 40 hari buat sampai nomor satu, sementara lagu yang dicurigai cuma butuh sekitar sepuluh hari. Dini hari juga jam fans idol pasang alarm buat streaming bareng, jadi grafik lagu tanpa fandom yang melonjak di jam itu jelas aneh banget.

Isu ini pertama kali diangkat ke publik lewat liputan hiburan SBS tahun 2012. Tahun 2013, agensi besar termasuk JYP melaporkan calo ke jaksa, tapi kasusnya ditutup setahun kemudian karena kurang bukti. Tahun 2016 UU industri musik direvisi sehingga praktik ini bisa dipidana, dan waktu tuduhan membludak di 2018, Park Jin-young dan lainnya minta Kementerian Kebudayaan menyelidiki. Hasilnya di awal 2019: sulit dipastikan.

Semuanya meledak November 2019. Park Kyung dari Block B menulis nama-nama penyanyi yang dia tuduh di media sosial, dan satu industri langsung gempar. Sung Si-kyung cerita di radio kalau kenalannya pernah ditawari, dan calonya bahkan ikut ngatur judul lagu sampai panjang intro. Rapper bikin lagu diss, member BTS nyindir halus di pidato penghargaan, dan IU ikut bersuara di medsos. Awal 2020, acara investigasi SBS Unanswered Questions membongkar dunia calo ini. Tapi penyanyi yang disebut Park Kyung menuntutnya atas pencemaran nama baik, penyelidikan panjang nggak menemukan bukti manipulasi dari pihak mereka, dan Park didenda 5 juta won.

Kasus pertama yang terbukti muncul November 2021. CEO agensi penyanyi trot Young Tak waktu itu mengaku ke polisi kalau di 2019 dia menyewa calo untuk menaikkan lagu Why Are You Coming Out From There. Young Tak bilang dia sama sekali nggak tahu dan dinyatakan tidak bersalah. Karena dia sudah jadi wajah kebangkitan trot lewat Mr. Trot, beritanya makin heboh. Jaksa mendakwa sebelas orang termasuk CEO itu di 2024, dan semuanya divonis bersalah di pengadilan tingkat pertama 2025. Orang dalam industri sih sinis: kasus ini ketahuan cuma karena ribut soal duit sampai ada rekaman.

Sementara itu sistemnya berubah. Tahun 2020 Melon menghapus chart real-time dan menggantinya dengan chart berbasis pendengar 24 jam, lalu setahun kemudian dirombak lagi jadi campuran data 24 jam dan 1 jam dengan porsi sama. Tahun 2023, streaming yang diputar dengan volume nol juga nggak dihitung lagi. Banyak yang bilang cara lama pakai banyak perangkat dan akun sudah praktis mati, tapi tiap ada penyanyi nggak dikenal yang mendadak naik, kecurigaan selalu balik lagi. Sebaliknya, ada juga lagu yang viral duluan di YouTube baru naik di chart, dan malah ikut dicurigai.

Satu hal yang sering bikin fans bingung: chonggong, waktu fandom streaming barengan di jam yang ditentukan, dilakukan orang beneran pakai akun sendiri, jadi bukan kecurangan. Makanya liputan JTBC tahun 2015 yang mencampuradukkan keduanya dan menunjuk satu grup idol langsung diprotes keras fandom. Dengan semangat yang sama, Naver menghapus kata kunci trending real-time di 2021 setelah bertahun-tahun dituduh dimanipulasi. Budaya peringkat live khas internet Korea pelan-pelan tamat.