decodeK

album-kkang / photo card (앨범깡 / 포토카드)

KataIndustriMerchKritik

Photo card di dalam album K-pop itu random, jadi kamu nggak tahu member siapa yang bakal keluar. Makanya fans terus buka album yang sama sampai bias mereka muncul. Itulah album-kkang, mesin asli di balik angka penjualan fisik K-pop yang gila-gilaan.

Photo card, atau pc, adalah kartu foto seukuran kartu nama, kira-kira 5,5 x 8,5 cm. Idenya dari trading card Barat, tapi langsung meledak begitu agensi mengikatnya ke penjualan album. Tiap album cuma isi satu atau dua kartu acak, jadi kalau bias utama kamu nggak keluar, ya beli lagi. Mekanismenya persis kayak gacha di game. Tambah lagi kupon undian fansign yang ikut di album, satu orang beli puluhan kopi jadi hal biasa, dan angka penjualan minggu pertama jauh melampaui jumlah pendengar aslinya.

Jenis kartunya juga terus nambah. Ada kartu album, kartu unreleased yang dibagikan tiap toko sebagai benefit pre-order, sampai kartu super langka yang cuma dikasih di rekaman acara musik. Karena tokonya makin banyak, ada album yang punya puluhan kartu eksklusif per member. Kalau kamu berhasil ngumpulin semua kartu satu member, itu disebut 'dragon ball', dan biasanya dipamerin dengan menyusun kartunya melingkar. Masukin sleeve dan toploader, hias pakai stiker, foto bareng dessert di kafe, atau selipin ke photobooth empat frame: semua itu sudah jadi rutinitas ngefans.

Pasar tukar kartunya mirip bursa saham. Ada sistem patungan beli album sejumlah member lalu kartunya dibagi, dan kartu diperjualbelikan lewat Twitter dan aplikasi barang bekas. Di dunia ini '1.0' artinya 10.000 won. Satu kartu event Jung Kook pernah laku lebih dari 4,5 juta won, dan kartu spesial NCT sempat tembus 2 juta won. Sebaliknya, kartu yang nggak laku dapat julukan kejam: sutil hotteok.

Sisi gelapnya juga nyata. Ada laporan ratusan ton album yang dibeli cuma demi undian fanmeeting berakhir di tempat sampah tiap tahun. Musim panas 2023, Komisi Persaingan Usaha Korea menggeledah SM, JYP, YG, lalu HYBE, dan badan perlindungan konsumen menyarankan kartu dijual terpisah dari album. Di tengah situasi itu, IU menghapus sistem random di album The Winning tahun 2024: beli satu, dapat semua kartu versi itu. Fans grup lain pun ikut tepuk tangan.