decodeK

chodong (초동)

KataIndustriIndikator

Chodong itu jumlah album yang terjual di minggu pertama rilis. Kekuatan fandom diringkas jadi satu angka, dan ini rapor paling kejam di dunia K-pop.

Katanya sendiri kata serapan Hanja yang artinya "gerakan awal", biasanya kepake di istilah kaku kayak "respons awal polisi". Sebagai istilah musik, kata ini datang dari Jepang, tempat penjualan minggu pertama udah penting banget sejak era 90-an. Duel paling legendaris: tahun 2001 Utada Hikaru dan Ayumi Hamasaki rilis album di hari yang sama, dan di minggu pertama masing-masing laku sekitar 3 juta dan 2,8 juta keping. Di Korea, fans di forum Hanteo Chart (yang mulai buka data penjualan tahun 2002) ngejumlahin angka harian sendiri buat dapet total minggu pertama, dan sekitar 2006 istilah "chodong" mulai nempel.

Istilah ini jadi mainstream waktu boom idol generasi kedua di 2007 sampai 2008. Fandom TVXQ, BIGBANG, Super Junior, Wonder Girls, dan Girls' Generation adu penjualan, chodong jadi ajang gengsi, dan di era 2010-an istilahnya mulai muncul di judul berita hiburan.

Kenapa minggu pertama? Pendengar biasa cukup streaming, nggak beli CD. Yang beli album fisik itu fans yang langsung sikat begitu pre-order dibuka. Jadi angka minggu pertama nunjukin ukuran fandom inti dan daya belinya, dan agensi pakai angka ini buat ngira-ngira seberapa besar venue yang bisa diisi. Total penjualan butuh berbulan-bulan sampai bertahun-tahun buat dihitung, sedangkan chodong pas tujuh hari, jadi rookie dan senior bisa dibandingin pakai penggaris yang sama.

Makanya minggu comeback penuh umpan. Photocard acak dan tiket undian fansign itulah alasan fans beli album yang sama berkali-kali. Permainannya beda total sama zaman Kim Gun-mo, waktu orang umum beli album sampai jutaan keping.

Satu catatan buat yang mantau angka Jepang: Oricon ngitung Selasa sampai Minggu sebagai minggu pertama, jadi album yang rilis Jumat buat peluncuran global dapet jendela chodong Jepang yang lebih pendek.