
Kim Gun-mo
Penyanyi dengan penjualan album terbanyak di Korea era 90-an. "Penyanyi nasional" yang bawa reggae dan house ke lagu pop Korea sehari-hari, dengan suara yang nyambung ke semua generasi sekaligus.
Lahir tahun 1968. Dia kuliah musik tradisional Korea di Seoul Institute of the Arts sambil kerja paruh waktu di kafe, lalu wamil sebagai keyboardis sekaligus vokalis di unit hiburan Angkatan Laut. Salah satu seniornya di sana Ji Suk-jin, yang kelak jadi bintang variety show. Lewat kenalan dari kampus, dia ketemu produser Kim Chang-hwan dan digembleng keras lebih dari enam bulan sebelum debut tahun 1992 dengan Sleepless Rainy Night. Suaranya, jazz dan soul yang dilebur ke melodi pop Korea yang catchy, waktu itu belum ada yang punya. Kulitnya yang gelap bikin dia dijuluki "Kacang Hitam", dan vokalnya bikin dia dipanggil "Stevie Wonder-nya Korea".
Ledakannya datang dari Excuse di album kedua. Padahal bukan lagu utama, tapi lagu dance bernuansa reggae ini menyebar dari lapak kaset bajakan di pinggir jalan, yang dijuluki "Gilboard" (Billboard jalanan), dan menguasai paruh pertama 1994. Penyanyi top lain sampai menunda rilisan mereka. Korea demam reggae, dan tahun itu dia menyapu daesang di lima ajang besar sekaligus: tiga acara akhir tahun stasiun TV, Golden Disc Awards, dan Seoul Music Awards. Karena penghargaan stasiun TV itu sekarang sudah nggak ada, cuma dia yang pegang grand slam ini.
Puncaknya Wrong Encounter tahun 1995. House eurobeat tanpa jeda, rap kayak orang ngomel, dan lirik drama soal pacar yang direbut sahabat sendiri, satu negara ikut nyanyi. Albumnya laku 2,86 juta keping dan masuk rekor Guinness Korea. Kalau dihitung dari jumlah penduduk waktu itu, kira-kira satu dari enam belas orang beli, skalanya beda jauh dari perang penjualan minggu pertama zaman sekarang. Di masa itu dia, Shin Seung-hun, dan Seo Taiji and Boys pimpinan Seo Taiji disebut tiga raja pop Korea 90-an. Shin juga jebolan kubu Kim Chang-hwan, jadi rivalitasnya makin panas.
Di puncak karier dia pisah dari Kim Chang-hwan, memproduseri sendiri album keempat Speed, dapat 14 kemenangan di acara musik, dan jadi yang pertama menang daesang Golden Disc tiga tahun berturut-turut. Di album kelima dia kerja bareng komposer muda Yoon Il-sang dan Bang Si-hyuk. Fakta seru: sebelum terkenal, Park Jin-young pernah jadi penari latarnya, dan JYP yang paham banget musik luar itulah yang ngenalin dia ke lagu-lagu Stevie Wonder. Album ketujuh tahun 2001 laku 1,43 juta dan bikin dia jadi million seller lagi, tapi aksinya boikot MBC karena merasa peringkat acara musiknya nggak adil bikin dia banjir kritik.
Seoul's Moon, lagu utama album kesepuluh tahun 2005, awalnya sepi, lalu pelan-pelan jadi lagu wajib lewat acara audisi dan noraebang. Dia sendiri selalu bawain lagu ini di tiap konser bareng Wrong Encounter. Ngomongin karaoke, di spesial Totoga Infinite Challenge tahun 2014, cuma dia yang langsung dapat skor 100 sekali coba di mesin karaoke, dan waktu dia menutup acara dengan Wrong Encounter, para pemain termasuk HaHa lari keluar dari ruang tunggu buat joget bareng.
Di kalangan musisi dia hampir kayak legenda. Waktu Sung Si-kyung nanya gimana suaranya bisa tetap sama padahal minum dan ngerokok terus, katanya dia jawab ya minum juga pas rekaman. Ada juga rumor dia pernah numpuk harmoni tanpa dengar lagu aslinya dan hasilnya pas banget. Tapi ada juga momen jatuhnya: tahun 2011 dia juru kunci di I Am a Singer, nerima kesempatan tanding ulang dadakan, dihujat habis-habisan, lalu mundur sendiri. Sejak 2016, My Little Old Boy di SBS bikin generasi muda kenal dia sebagai karakter kocak "Swin Gun-mo" yang punya kulkas khusus soju dan 39 drone.
Akhir 2019, sebuah kanal YouTube menuduhnya melakukan kekerasan seksual, dan semua acara serta konsernya berhenti. Polisi melimpahkan kasus dengan rekomendasi dakwaan, tapi November 2021 kejaksaan menghentikannya karena tidak cukup bukti, dengan alasan keterangan pelapor saling bertentangan. Tahun berikutnya banding dan permohonan ke pengadilan juga ditolak, jadi dia benar-benar bersih dari tuduhan itu. Sekitar enam tahun setelah vakum, dia kembali ke panggung lewat tur nasional tahun 2025. Dia adalah wajah dari era sebelum generasi idol, waktu suara satu orang bisa memenuhi setiap kedai soju dan ruang karaoke di seluruh negeri.