
Seo Taiji
Penyanyi-penulis lagu yang memutar ulang jam musik pop Korea cuma lewat satu lagu, "I Know" di tahun 1992. Rap, dance, dan artis yang nulis serta memproduseri karyanya sendiri, alias tata bahasa K-pop zaman sekarang, semuanya berawal dari sini.
Nama aslinya Jeong Hyeon-cheol, lahir tahun 1972. Dia tumbuh di Sogyeok-dong, persis di sebelah Istana Kepresidenan Blue House. Tiap latihan pertahanan sipil, tank berjejer di gang-gang dan si kecil Hyeon-cheol malah main ngikutin tank. Waktu SD dia langganan juara lomba sains sampai dijuluki "si penemu". Musik baru masuk waktu SMP, gara-gara gitar listrik di etalase toko alat musik kelihatan keren banget. Dia ngajak teman-temannya bikin band sekolah, dia pegang bass, dan drumnya dirakit dari kursi plus baling-baling kipas angin. Dia akhirnya keluar dari SMA atas kemauan sendiri demi musik.
Umur tujuh belas, dia bocah gondrong yang tiap malam melototin gitaris di sebuah klub rock, sampai Shin Dae-chul, anak dari bapak rock Korea Shin Jung-hyun, nanya dia bisa main atau nggak, lalu merekrutnya jadi bassist band metal Sinawe. Setelah band itu bubar, katanya dia hampir nggak keluar kamar selama enam bulan, sibuk ngulik rap dan komposisi pakai komputer. Terus dia ketemu penari Yang Hyun-suk, ngajak Lee Juno, dan tahun 1991 lahirlah Seo Taiji and Boys. Soal nama panggungnya, dia bilang cuma suka huruf "Tae" dan "Ji", lalu pilih marga "Seo" yang paling cocok. Teori populer bahwa namanya diambil dari TAIJI, bassist X JAPAN, sudah dia bantah.
Legendanya dimulai di segmen penilaian pendatang baru MBC. Mereka membawakan "I Know" dan juri yang isinya komposer serta penulis lirik ngasih rata-rata 7,8, nilai terendah sepanjang sejarah segmen itu. Katanya melodinya lemah, liriknya klise. Orang radio bahkan ada yang melempar balik CD promo mereka sambil bilang lagu begini cocoknya diputar di klub Itaewon. Tapi begitu tayang akhir pekan, hari Senin semua sekolah cuma ngomongin Seo Taiji. Era balada dan trot selesai dalam semalam, membalik halaman setelah Cho Yong-pil menguasai tahun 80-an dan Lee Moon-sae jadi wajah era balada. Sejak itu dia dijuluki "Presiden Budaya".
Revolusi yang sebenarnya justru terjadi di luar panggung. Melihat hampir semua pendapatan album pertama masuk ke agensi, dia memutus kontrak dan bikin perusahaan sendiri, yang bisa jalan karena lagu, koreografi, dan konsep semuanya digarap sendiri. Meski penyanyi seangkatan seperti Kim Gun-mo penjualannya setara, hitungan duitnya beda jauh. Dari sini artis mulai berani melawan kontrak budak. Tahun 1994 dia mengajukan gugatan hak potret selebritas pertama di Korea terhadap perusahaan yang jualan poster grupnya. Lalu waktu lembaga sensor pra-rilis mempermasalahkan lirik "Regret of the Times" di album keempat, dia merilisnya tanpa vokal sama sekali, jadi instrumental. Fans bikin petisi, dan sistem sensor pra-rilis yang lama cuma jadi bahan diskusi akhirnya dihapus.
Awal 1996, di umur 24, dia mengumumkan pensiunnya grup, naik helikopter langsung dari konferensi pers ke bandara, dan ketiga member berpencar saat transit. Dia sudah capek dikepung fans yang nongkrong di depan rumahnya 24 jam, ulah sasaeng, dan wartawan yang ngorek kehidupan pribadinya. Sejak itu dia jadi superstar pertapa yang menghilang di antara album. Yang Hyun-suk pulang ke Korea dan mendirikan YG Entertainment.
Sebagai solois dia balik ke rock. Album 1998-nya adalah proyek one-man band, semua instrumen dia mainkan sendiri, promosinya cuma lewat wawancara email, dan tetap tembus sejuta kopi dalam seminggu. Waktu dia pulang tahun 2000, Bandara Gimpo lumpuh gara-gara fans. Video klip "Ultramania" merekonstruksi kisah nyata masa kecilnya, ketahuan mencuri boneka di toko alat tulis dengan cara terlalu terang-terangan. Di era itu juga dia memaksa acara musik membolehkannya pre-recording karena nggak percaya kualitas suara siaran langsung. Dulu dicap perlakuan istimewa, sekarang pre-recording sudah jadi standar.
Dia juga lama berperang soal hak cipta: keluar dari asosiasi hak cipta musik Korea dan bertarung di pengadilan sekitar 12 tahun, makanya sebagian lagu-lagu akhirnya lama nggak ada di mesin karaoke. Tahun 2011 sebuah gugatan membongkar fakta bahwa dia pernah menikah diam-diam di Amerika tahun 1997 lalu berpisah, dan itu jadi berita nasional. Tahun 2013 dia menikahi aktris Lee Eun-sung yang pernah tampil di video klipnya, dan setahun kemudian putri mereka lahir.
Tahun 2014 dia berkolaborasi dengan IU lewat "Sogyeokdong", dinamai dari lingkungan masa kecilnya, dan menang lagi di acara musik. Penampilannya sebagai headliner Pentaport Rock Festival 2015 bikin rocker yang tadinya siap nyorakin jadi berbalik memuji. Untuk konser 25 tahun debutnya di 2017, dia mengundang BTS sebagai bintang tamu di Stadion Olimpiade Seoul. Grup idol sesudahnya, terutama H.O.T., bertahun-tahun terus dibandingkan dengan dia. Sekarang dia jarang tampil, tapi tiap 24 Desember dia selalu posting kabar di Instagram, yang oleh fans disebut laporan "masih hidup".