decodeK
Seo Taiji and Boys

Seo Taiji and Boys

GrupGenerasi pertamaLegendaBubar

Trio yang muncul tahun 1992, mengubah wajah musik pop Korea cuma dalam empat tahun, lalu pensiun atas kemauan sendiri. Banyak banget pakem K-pop sekarang yang asalnya dari mereka.

Awalnya justru dari rock. Seo Taiji dulunya bassist band heavy metal Sinawe, dan setelah bandnya bubar dia keranjingan rap, genre yang waktu itu hampir nggak dikenal di Korea. Pas cari guru dansa, dia dikenalkan ke penari bernama Yang Hyun-suk. Selesai wajib militer, Yang nggak bisa lupa sama demo yang pernah diputar Taiji, jadi dia balik lagi. Lee Juno, nama besar di skena dansa Itaewon, gabung paling akhir, saking telatnya suaranya malah nggak ada di album pertama. Uniknya lagi, leadernya justru member paling muda, yaitu Taiji. Dia sendiri pernah cerita di TV kalau pendapatan dibagi 3:3:4 dan uang album 2:2:6, porsi terbesar buat dia. Nama awalnya TAIJIBOYS, tapi menurut Yang, manajer mereka seenaknya menggantinya jadi "Seo Taiji and Boys".

Momen legendanya terjadi April 1992 di segmen pendatang baru MBC. Juri memberi I Know nilai paling rendah, tapi reaksi penonton malah kebalikannya. Lagunya bertahan lama di puncak chart, dan anak SD pun hafal bagian rapnya dari awal sampai akhir. Faktanya, panggung TV pertama mereka sebenarnya sebulan lebih awal, bulan Maret, sebelum albumnya rilis. Para ahli yang bilang bahasa Korea nggak cocok buat rap langsung kena mental.

Tiap album rasanya kayak band yang beda. Album kedua lewat Hayeoga mencampur melodi tradisional Korea dengan hip-hop dan heavy metal. Album ketiga belok ke rap metal, dengan Dreaming of Balhae yang bicara soal semenanjung yang terbelah dan Classroom Ideology yang terang-terangan mengkritik sistem pendidikan yang gila ujian. Album keempat sampai ke gangsta rap. Sekitar masa itulah Taiji mulai dijuluki "Presiden Budaya". Harganya mahal: tahun 1994 SBS melarang mereka tampil, dan di Gayo Top 10 KBS peringkat mereka mentok di nomor 3. Setelah Come Back Home dari album keempat rilis, muncul berita remaja yang kabur dari rumah akhirnya pulang gara-gara lagu itu, dan waktu beredar kabar albumnya bisa ditarik karena liriknya, orang tua mereka turun ke jalan buat protes.

Cara mereka menghadapi stasiun TV juga belum pernah ada sebelumnya. Di zaman ketika satu PD bisa menentukan nasib penyanyi, anak-anak awal dua puluhan ini berani bilang nggak mau tampil kalau bajunya diatur, dan menolak acara komedi. Mulai album kedua mereka punya agensi dan jadwal sendiri. Siklus comeback yang sekarang standar, menghilang dari TV lalu balik dengan konsep yang beda total, bermula dari sini. Baju yang labelnya masih nempel, school look, rambut gimbal, gaya snowboard: gaya mereka dirombak tiap album, dan mereka juga yang pertama punya stylist khusus.

Sejarah fandomnya juga unik. Dulu ada fanclub resmi bernama IVY, tapi Taiji membubarkannya karena khawatir jadi terlalu komersial dan hierarkis. Sejak itu siapa pun bisa bikin fanclub dan semuanya setara. Makanya sampai sekarang Seo Taiji nggak punya nama fandom resmi.

Tanggal 31 Januari 1996, Taiji mengumumkan pensiun dengan satu kalimat: "Kami sudah menunjukkan semua yang bisa kami coba." Berita jam 9 malam di tiga stasiun TV besar sama-sama membukanya dengan kabar ini, dan fans bertahan di depan rumah dan kantor mereka. Dua bulan kemudian sekitar 13 ribu orang membentuk Perkumpulan Peringatan Seo Taiji and Boys, yang menyebut dirinya organisasi budaya penerus semangat mereka, bukan fanclub. Pemimpin oposisi saat itu, Kim Dae-jung, bahkan membacakan lirik Dreaming of Balhae di luar kepala dalam video ucapan untuk mereka.

Kekosongan yang mereka tinggalkan diisi grup-grup bentukan agensi. SM Entertainment mempelajari musik mereka habis-habisan lalu meluncurkan H.O.T., dan bareng SECHSKIES dimulailah era idol generasi pertama. Yang banting setir jadi produser, mendirikan YG Entertainment, lalu membesarkan BIGBANG dan BLACKPINK. Juno juga sukses sebagai produser lewat Young Turks Club. Taiji menghilang ke Amerika, lalu balik tahun 1998 dengan album kelima yang dia garap sendirian dan laku lebih dari sejuta kopi. Penulis K-pop luar negeri sering menyebut grup ini saat membahas lirik sosial BTS. Sejak 1996 mereka bertiga nggak pernah tampil bareng di depan publik, dan di voting fans ulang tahun ke-20, Hayeoga menang telak sebagai lagu terbaik. Ngomongin pop Korea era 90-an, ujung-ujungnya pasti ke sini.