gongyeonjangui sadari (공연장의 사다리)
Tangga yang naik dari hall kecil ke gimnasium Olimpiade, lalu Gocheok Dome, lalu stadion. Jumlah kursi membuktikan seberapa besar fandom sebenarnya, jadi venue yang dipesan sebuah grup langsung nunjukin posisinya sekarang.
Awalnya hall berkapasitas beberapa ribu kursi. Anak tangga berikutnya gimnasium di Olympic Park, dan kalau udah bisa menuhin tempat itu, kamu resmi disebut 'grup besar'. Di atasnya ada Gocheok Sky Dome, satu-satunya dome di Korea, jadi konser tetap jalan walau hujan dan kapasitasnya sekitar 18 ribu orang. Dari girl group Korea, cuma BLACKPINK dan aespa yang pernah konser solo di sana, makanya buat girl group ini anak tangga yang tinggi banget.
Puncaknya stadion. Di Seoul cuma ada dua yang segede itu: Stadion Olimpiade di Jamsil dan Stadion Piala Dunia Seoul di Sangam. Stadion utama Jamsil pertama kali dibuka buat penyanyi Korea oleh H.O.T. tahun 1999, dan Cho Yong-pil udah manggung di sana delapan kali. Di tahun 2024 aja, SEVENTEEN, Lim Young-woong, dan IU gantian menuhin Sangam masing-masing dua malam. Lim sering disebut karena dia sampai ke sana cuma modal penonton dalam negeri, tanpa fandom global. Sejak K-pop mulai menuhin stadion tahun 2018, anak tangga ini udah bukan milik superstar luar negeri doang.
Tangganya juga lanjut ke luar negeri. Di Jepang, konser di Tokyo Dome bertahun-tahun jadi patokan level, dan ada grup kayak ATEEZ yang naik arena dan stadion di luar negeri duluan. Coba lihat jadwal world tour mana pun, ukuran venue di tiap kota itu kayak rapor.
Kenapa fans ngitungin tangga ini? Chart bisa naik turun, tapi kursi nggak bohong. Kalau penjualan minggu pertama ngukur fandom lewat album, venue ngukur lewat orang yang beneran datang. Makanya begitu venue besar diumumkan, perang ticketing langsung pecah, dan kecepatan sold out pun jadi harga diri fandom.