decodeK

ticketing (티켓팅)

KataFandomKonserInti

Asalnya dari kata Inggris 'ticketing', tapi di Korea artinya perang yang ditentukan hitungan detik. Ratusan ribu orang login tepat di jam buka, dan kursi bagus lenyap kurang dari semenit.

Seberapa brutal? Lihat saja slang-nya. 'Pi-ketting' ditambah kata Korea untuk darah, karena rasanya kayak pertumpahan darah; 'chwi-ketting' artinya berburu kursi yang batal karena nggak dibayar. Momen paling nyesek adalah pop-up 'Kursi ini sudah dipilih', disingkat 'iseonjwa'. Banyaknya singkatan ini tanda saking seringnya orang ngalamin. Ejaan resminya 'tikeiting', tapi semua orang nulis 'tiketting', contoh klasik Konglish.

Angkanya gila. Konser Coldplay di Seoul tahun 2017 bikin lebih dari 550 ribu orang online bersamaan, dan konser NCT DREAM tahun 2022 menyedot 1,5 juta orang cuma di presale fanclub sampai situs tiketnya minta maaf. Konser Lim Young-woong dijuluki 'Kejuaraan Nasional Anak Berbakti', karena anak-anak berebut tiket buat ibu mereka, alias jadi wakil fandom emak-emak. IU pernah nyoba war tiket konsernya sendiri tahun 2019 di depan kamera dan gagal total, sampai diledek fans. Di percobaan berikutnya dia berhasil, lalu tiketnya dilepas lagi buat fans.

Fans sudah punya jurus lengkap. Buka situs jam server, pakai PC dengan kabel karena Wi-Fi ada delay, atau sekalian ke PC bang. Bayar pakai transfer bank karena langkahnya paling sedikit. Bahkan ada situs simulasi buat latihan. Internet super cepat Korea di sini cuma modal dasar, dan sekarang harus lolos verifikasi identitas juga.

Musuh sebenarnya adalah calo, disebut 'peulmi' dari kata 'premium'. Calo yang memborong kursi pakai bot lalu menjual berkali lipat akhirnya mendorong aturan hukum soal tiket bot. Tim IU terkenal suka membatalkan pemesanan curang dan memberi hadiah kursi itu atau merch eksklusif ke fans yang melapor.

Dan ini bukan cuma soal K-pop. Pesan tiket kereta mudik saat libur besar adalah bos terakhir, dijuluki 'KRS-an satu negara'. Babak playoff bisbol, musikal, dan konser klasik juga selalu jadi medan perang. Tambah lagi fans yang nonton pertunjukan yang sama berulang kali (penonton pintu putar) dan borong album demi ikut fansign, jadilah war tiket itu stamina dasar ngefans. Makin grup naik ke venue lebih besar dan tur dunia, perangnya ikut mendunia. Pada dasarnya ini versi digital dari open run ala Korea.