Idol yang pindah ke panggung teater
Idol yang bertahun-tahun digembleng vokal dan dance lalu menyeberang ke musikal dan teater. Satu nama idol bisa bikin tiket ludes dalam hitungan menit, tapi debat 'jual nama atau memang jago?' selalu ikut nempel.
Perlakuannya agak beda dari idol yang main drama atau film, jalur khas acting idol. Musikal menggabungkan nyanyi dan akting, jadi dianggap perpanjangan dari karier penyanyi, dan idol yang main musikal jarang dijuluki acting idol. Malah ada yang bilang mereka lebih cepat beradaptasi, karena cara mereka bergerak di panggung lebih dekat ke akting teater daripada akting di depan kamera. Latihan vokal dan dance sejak jadi trainee akhirnya kepakai dengan cara baru.
Alasan produser suka banget itu simpel. Teater itu hambatannya tinggi: harus beli tiket dan datang langsung ke gedung. Fandom bisa melompati hambatan itu sekaligus. Di satu produksi yang sama, jadwal yang ada idolnya dan yang nggak bisa beda jauh tingkat pemesanannya. Di Korea satu peran biasa dimainkan bergantian oleh beberapa aktor, jadi fans memburu tanggal bias mereka dan ikut perang ticketing.
Tapi ada sisi gelapnya. Kalau idol langsung dapat peran utama di produksi besar tanpa kemampuan yang terbukti, debat soal aktingnya meledak, dan muncul kritik bahwa mereka merebut tempat aktor teater yang sudah lama berkarier. Jadwal grup tetap nomor satu, jadi jadwal pentas kadang berantakan, dan karena yang penuh cuma malam-malam idol, ada yang bilang ini nggak benar-benar menumbuhkan penonton baru. Sekarang banyak yang mulai dari pertunjukan kecil atau panggung Daehangno dulu sebelum naik ke teater besar.
Sebaliknya, ada juga yang membuka karier kedua di sini. Ok Joo-hyun dari Fin.K.L jadi salah satu bintang utama dunia musikal, dan Kim Junsu, yang pernah di TVXQ lalu JYJ, debut musikal lewat Mozart! di 2010 dan jadi simbol kekuatan tiket. Jo Kwon juga terus menumpuk karier panggungnya. Banyak idol mengisi masa hiatus wamil atau jeda grup dengan teater, jadi buat fans, musikal adalah satu lagi panggung buat terus ketemu bias mereka.