Para penyanyi perempuan
Tanpa koreografi, tanpa konsep, cuma modal suara: inilah garis penyanyi perempuan Korea yang bertahan lewat vokal. Akarnya tebal di balada dan R&B, dan lagu favorit peserta audisi hampir selalu datang dari sini.
Contoh paling klasik ya Gummy. Sebelum debut dia udah sering jadi featuring dan backing vocal di lagu orang lain, lalu tahun 2003 keluar sebagai solois di YG, padahal hampir aja masuk grup vokal. Dua bulan setelah debut, dia kena nodul pita suara dan harus rehab setahun. Pas balik, lagu 'Memory Loss' ngasih dia menang pertama di acara musik. Di 'I'm Sorry' (2008) ada T.O.P dari BIGBANG yang ngerap, dan waktu gabung ke kompetisi 'I Am a Singer' dia penyanyi paling muda di panggung itu.
Garis ini paling kerasa di OST drakor. Descendants of the Sun aja udah punya Always dari Yoon Mi-rae dan 'You Are My Everything' dari Gummy, yang juga nyanyi lagu tema buat Hotel del Luna. Tambahin Baek Ji-young, ratunya balada patah hati, dan kamu bakal sadar banyak adegan nangis drakor diingat lewat suara-suara ini.
Di dunia idol juga garis ini jalan terus. TAEYEON dari main vocal girl group bisa bertahan lama sebagai solois. Hwasa dari MAMAMOO, Lee Su-hyun dari AKMU, dan WINTER dari aespa awalnya dikenal sebagai 'anak vokal' di grup, sekarang dikenang karena suaranya sendiri. Arus ini nyambung ke era solo mantan member girl group, dan penyanyi-penulis lagu BIBI serta harmoni KISS OF LIFE ada di cabang yang sama.
Satu hal penting: di Korea, 'jago nyanyi' bukan cuma soal nada tinggi, tapi seberapa dalam liriknya nyampe. Makanya lagu yang bikin temen kamu tumbang di noraebang, dan lagu yang bikin juri audisi senyum karena udah dengar ratusan kali, kebanyakan datang dari garis ini. Itu juga alasan banyak lagunya tetap jadi lagu legend bertahun-tahun kemudian.