decodeK
Park Hyo-shin

Park Hyo-shin

OrangPenyanyiBaladaMusikal

Penyanyi balada sekaligus aktor musikal yang namanya pasti muncul setiap kali orang Korea debat soal siapa penyanyi paling jago. Bahkan sesama penyanyi saling mengingatkan buat nggak sembarangan cover lagunya.

Dia debut tahun 1999 di usia sembilan belas lewat Things I Can't Do for You. Awalnya dia cuma suka nyanyi dan nggak kepikiran jadi artis; katanya penyanyi di TV kerasa kayak alien buat dia. Setelah menang festival sekolah waktu SMP, dia ikut berbagai lomba nyanyi remaja buat ngetes kemampuan, dan selain satu kali juara dua, semuanya juara utama. Bagian susahnya justru setelah memutuskan jadi penyanyi. Agensi pertamanya tutup karena bangkrut, dan agensi berikutnya menuntut dia bayar 50 juta won "biaya" yang digelembungkan. Orang tuanya sudah bercerai dan dia kerja paruh waktu sejak SMP, jadi dia sempat menyerah. Sampai suatu hari dia ikut temannya ke studio rekaman, iseng nyanyi, dan seorang produser yang dengar langsung masuk nanya siapa yang nyanyi. Wheesung, teman sekolah musiknya, cerita di acara varietas bahwa begitu Park mulai nyanyi, guru dan murid semua langsung hening. Sebelum debut, Kim Hyun-chul dengar suaranya di radio dan mencarinya sampai ketemu, yang akhirnya bikin dia duet di album Lee So-ra.

Di usia 20-an Park adalah wajah so-mori, gaya balada R&B yang berat, serak, dan menggelegar yang menguasai Korea awal 2000-an. Tapi album kelimanya, The Breeze of Sea (2007), terdengar jauh lebih lembut. Teori yang beredar, dia sengaja banting setir karena semua penyanyi baru meniru gaya itu, tapi di wawancara dia bilang cuma merekam suara yang dia suka saat itu, tanpa strategi. Suaranya terus berubah, dan sekarang orang bilang makin tua malah makin jernih dan muda. Penyanyi Lee Juck menggambarkan comeback 2014-nya, Wildflower, kayak pemukul home run yang ganti gaya ayunan terus malah makin sering home run. Wildflower, Breath, dan Goodbye dibuat bareng Jung Jae-il.

Buat fans internasional, lagu yang paling akrab mungkin Snow Flower, OST drakor I'm Sorry, I Love You, lagu legend musim dingin yang naik lagi tiap Desember. Dia hampir nggak pernah tampil di TV. Setelah masuk wamil akhir 2010 dan menyelesaikan masa dinas militernya, penampilannya di TV bisa dihitung jari; waktu dia balik ke Yoo Hee-yeol's Sketchbook tahun 2016 setelah tujuh tahun, pendaftar penontonnya pecah rekor acara itu. Dia juga sering puncaki chart tanpa promosi sama sekali, kayak Winter Sound, lagu hampir tujuh menit yang rilis tepat tengah malam 1 Januari 2018. Waktu Presiden AS Trump berkunjung ke Seoul tahun 2017, Park menyanyikan Wildflower dengan orkestra 150 orang di acara kenegaraan Gedung Biru, dan yang hadir ingat ada hening sejenak sebelum tepuk tangan pecah. Tahun 2024 dia nongol di acara varietas Netflix tentang Cho Jung-seok sebagai penyanyi pendatang baru, tampil di layar pertama kali dalam lima tahun.

Di noraebang dan acara audisi, lagunya dianggap haram disentuh. Sung Si-kyung bilang di The Voice of Korea bahwa lagu Park Hyo-shin itu jangan dinyanyikan, Lim Young-woong bilang dia diajari untuk nggak menyentuh lagu seniornya, dan Doyoung NCT ngaku pengin banget cover tapi mending dengerin aja. Tablo pernah dengar orang nyanyi bagus banget di ruang karaoke sebelah, sampai dia matiin musik sendiri buat nguping, lalu penasaran ngecek. Ternyata Park lagi nyanyi bareng temannya, Gummy dan Lyn.

Di era 2010-an dia juga jadi bintang teater musikal beneran, lewat Mozart!, Phantom, dan Beethoven, tapi puncaknya The Man Who Laughs. Komposer Jekyll & Hyde, Frank Wildhorn, menulis peran utama Gwynplaine dengan Park di kepalanya dan menambah tiga lagu khusus buat dia. Pertunjukan ini menyapu penghargaan musikal besar di Korea, dan Park dua kali menang Aktor Terbaik padahal cuma main sekitar satu judul setahun. Komposer Phantom, Maury Yeston, bilang dia bisa datang ke Broadway besok dan langsung jadi bintang. Musim dingin 2024 dia duet di Winter Ahead bareng V BTS, dan legenda Miss Saigon Lea Salonga menyebut lagu itu sambil menjuluki Park dewa teater musikal Korea.

Nama fandomnya Soul Tree: maksudnya penyanyi yang menghibur dan fans yang bersandar padanya sama-sama pohon yang punya jiwa, makanya salah satu julukannya Daejang Namu, si Pohon Bos. Dibentuk tahun 2004, fandom ini malah makin besar setelah lebih dari dua puluh tahun kariernya. Tahun 2019 anggota resminya tembus 30.000 sampai fanmeeting harus dibagi dua sesi di Olympic Gymnastics Arena. Di tahun yang sama konser ulang tahun debut ke-20-nya menarik 110.000 penonton, rekor untuk penyanyi solo Korea. Dia terkenal mengaransemen ulang lagu di setiap tur, sampai fans yang rajin nonton konser bercanda versi studionya kerasa hambar.