
SHINee
Boy group SM Entertainment yang debut tahun 2008 dengan label 'contemporary band'. Mereka grup generasi kedua paling eksperimental, dari musik sampai panggung, makanya kritikus menjuluki mereka 'idol-nya para kritikus'.
Mei 2008, SM Entertainment tiba-tiba ngerilis teaser tanpa aba-aba; orang tua para member aja baru tahu soal debutnya dua minggu sebelumnya. Lagu debut 'Replay' adalah pop yang segar dan ringan, beda jauh dari sound SMP yang keras ala TVXQ dan Super Junior, dan solo dance maknae TAEMIN di akhir lagu langsung jadi omongan. Saingan musim itu isinya lagu-lagu mega hit, jadi mereka nggak dapat trofi acara musik, tapi semua penghargaan pendatang baru akhir tahun berhasil mereka sapu bersih. Sampai sekarang 'Replay' masih jadi buku panduan debut boy group: sering di-cover junior dan dipakai trainee SM buat latihan dasar. Member-nya Onew, Jonghyun, Key, Minho, dan Taemin, yang fans singkat jadi 'OnJjongKeyMinTae' dari satu suku kata tiap nama sesuai urutan umur.
'Ring Ding Dong' (2009) adalah lagu hook sejati. Ada candaan: mungkin ada orang yang belum pernah dengar, tapi nggak ada yang dengarnya cuma sekali. Sampai sekarang pelajar Korea masih masukin lagu ini ke daftar lagu terlarang menjelang ujian masuk kampus. Waktu promosi, para member kena flu babi, dan senior satu agensi, Yesung dan Leeteuk, sampai naik panggung buat gantiin.
Julukan 'idol-nya kritikus' lahir dari eksperimen mereka. 'Sherlock' (2012) adalah remix hibrida yang menggabungkan dua lagu terpisah, 'Clue' dan 'Note', dan diam-diam menyelipkan lagu ketiga: 'Spoiler', track pembuka album penuh berikutnya, yang liriknya menyembunyikan semua judul lagu di album itu. Satu era dirancang jadi spoiler buat dirinya sendiri, dan Min Hee-jin yang waktu itu art director ikut menjelaskan konsepnya langsung ke media. 'View' (2015) hampir jadi lagu pertama yang membawa deep house ke mainstream K-pop; member sendiri yang voting buat jadiin lagu utama, dan kritikus bilang lagu ini membuktikan K-pop juga bisa menang dengan mengurangi. Bareng f(x), mereka sering dianggap mengubah arah sound SM. Billboard menaruh 'Sherlock' di nomor 6 daftar 100 lagu K-pop terbaik era 2010-an.
Di panggung mereka lebih berani lagi. Sejak 'Sherlock', koreografer Tony Testa memasukkan cerita ke dalam tarian: formasi yang dimulai dengan kelima member berbaris di ujung panggung, gerakan yang meninggalkan jejak kayak bayangan. Banyak yang bilang dari situ koreo K-pop mulai memakai seluruh panggung. Di 'Dream Girl' mereka menegakkan stand mic setinggi 1,3 meter pakai kaki lalu memutarnya dengan satu tangan; di 'Everybody' mereka jadi robot mainan yang digerakkan per. Rino Nakasone pernah bilang SHINee satu-satunya grup idol yang membawakan koreonya tanpa disederhanakan sedikit pun. Lanjutannya ada di Memperluas tarian boy group. Soal vokal nggak ada yang lemah: semua member sudah punya album solo, kredit backing vocal di album mereka selalu cuma bertuliskan SHINee, dan posisi resmi udah lama nggak berarti.
Mereka juga punya kalimat legendaris. 'SHINee's back' di intro 'Sherlock' saking terkenalnya sampai muncul candaan di Korea: nggak kenal tas branded nggak apa-apa, asal tahu SHINee's back. Kalimat ini selalu diangkat lagi tiap comeback. Salam panggung mereka sambil mengepalkan tangan: 'Halo, kami SHINee yang bersinar!'. Tahun 2015 mereka menarik lebih dari 100 ribu penonton selama dua malam di Tokyo Dome.
Tanggal 18 Desember 2017, main vocal Jonghyun meninggal dunia. Dialah yang paling banyak menulis lirik, dan lirik 'Juliette' serta 'View' tulisannya sampai menentukan konsep seluruh album. Belum sebulan kemudian, Januari 2018, empat member yang tersisa mengumumkan lewat surat tulisan tangan bahwa tur dome di Jepang tetap jalan. Di Kyocera Dome, saat 'FROM NOW ON', tempat Jonghyun hanya diisi mikrofon dengan setangkai mawar merah. Kisah kehilangan ini punya halamannya sendiri: Kehilangan Jonghyun SHINee. Mei tahun itu, pas ulang tahun ke-10, mereka merilis The Story of Light dalam tiga bagian dan memulai lagi sebagai empat orang.
Setelah itu Key dan Minho bergantian wamil, dan tahun 2021 'Don't Call Me' membawa mereka kembali berempat setelah dua setengah tahun. Member sendiri bilang itu koreo paling berat sepanjang karier, sampai fans bercanda SHINee datang buat 'ngajarin disiplin' ke K-pop. HARD (2023) tembus 200 ribu keping, rekor tertinggi mereka, dan menjadikan mereka idol pertama yang menang acara musik di era 2000-an, 2010-an, dan 2020-an.
Tahun 2024 kontrak Onew dan Taemin dengan SM selesai, sementara Key dan Minho perpanjang. Tapi nama SHINee tetap jalan: tahun 2025 keluar single ulang tahun ke-17 berjudul Poet | Artist, judul yang sama dengan album anumerta Jonghyun. Fandom-nya SHINee WORLD (Shawol), warna resminya pearl aqua green, dan lightstick-nya bernama Shiningstar. Di tengah pergantian generasi ketiga dan keempat, mereka tetap bertahan sebagai contoh paling pas dari grup berumur panjang.