
patbingsu (팥빙수)
Es serut super halus dengan kacang merah manis, susu kental manis, dan tteok di atasnya: dessert musim panas khas Korea. Sekarang orang cukup bilang 'bingsu' buat semua versinya, termasuk yang pakai mangga atau injeolmi tanpa kacang merah sama sekali.
Makan es di Korea punya sejarah panjang. Di era Joseon, gudang es kerajaan membagikan es ke para pejabat, yang lalu menghancurkannya atau menyajikannya di nampan bareng buah. Jadi dulu es di musim panas itu kemewahan kaum elit. Sekarang bingsu jadi andalan waktu malam tropis yang bikin susah tidur, makanan musiman banget, dan bareng bungeoppang di musim dingin, dua-duanya bukti orang Korea bertahan di dua musim ekstrem pakai kacang merah.
Trennya sering ganti. Sekitar 2013 muncul 'bingsu salju': susu yang dibekukan, bukan air, lalu diserut sampai lumer kayak salju. Seolbing naik daun lewat gelombang ini dengan bingsu injeolmi bertabur bubuk kedelai. Akhir 2010-an, bingsu apel mangga Hotel Shilla memulai era bingsu hotel, dan tiap musim panas berita yang sama muncul lagi: satu mangkuk harganya setara beberapa kali makan. Balasannya juga selalu sama: satu mangkuk cukup buat dua atau tiga orang. Tahun 2025, jaringan kopi murah viral lewat bingsu cup versi sendirian, cocok banget sama Korea si republik kafe.
Ada kubu-kubuan juga. Tim aduk semua dari awal lawan tim makan per lapisan. Tim es lembut kayak bedak lawan tim es kasar ala jadul yang kres-kres. Versi Jeju pakai jagung kaleng dan cornflakes plus susu di wadah terpisah, dan katanya orang Jeju kaget lihat bingsu daratan yang toppingnya pelit. Di freezer minimarket selalu ada bingsu cup dan es krim batang rasa bingsu yang ngeluarin susu kental manis pas digigit.
Kalau kakigori Jepang fokus ke es dan sirup, bingsu Korea mainnya tumpukan topping. Bahkan ada lagunya: 'Patbingsu' dari Yoon Jong-shin selalu diputar lagi tiap musim panas, dan AKMU punya lagu berjudul 'Kongddeok Bingsu'.