
mugunghwa (무궁화)
Bunga nasional Korea. Tiap kuntum mekar pas subuh dan layu sore harinya, tapi pohonnya terus ngeluarin bunga baru sampai sekitar seratus hari. Makanya namanya berarti 'bunga yang nggak ada habisnya'.
Musimnya dari Juli sampai Oktober. Kelopak putih atau pink mengelilingi bagian tengah merah pekat yang disebut dansim, artinya kira-kira 'hati merah'. Kelihatannya lima kelopak terpisah, padahal sebenarnya nyambung di pangkal. Jadi pas layu, dia nggak rontok satu-satu, tapi menguncup lagi kayak kuntum lalu jatuh utuh. Kebalikan banget dari bunga sakura yang mekar dan gugur barengan di musim semi.
Nama ilmiahnya Hibiscus syriacus, karena Linnaeus ngira asalnya dari Suriah. Spesimen pertama yang sampai ke Eropa memang diambil dari taman di Suriah. Dalam bahasa Inggris juga disebut Rose of Sharon.
Hubungannya sama Korea udah tua banget. Choe Chi-won, cendekiawan dari Kerajaan Silla, nyebut negerinya 'tanah bunga hibiscus' di surat yang dikirim ke Dinasti Tang. Tapi plot twist-nya: nggak pernah ada undang-undang yang menetapkannya jadi bunga nasional. Statusnya lahir dari kesepakatan bersama, terutama gara-gara refrein lagu kebangsaan yang dibuka dengan 'mugunghwa, tiga ribu li sungai dan gunung yang indah'. Di masa penjajahan Jepang, aktivis kemerdekaan Namgung Eok nyelipin bibit mugunghwa di antara bibit lain yang mirip biar bisa disebar ke seluruh negeri, dan dia sampai dipenjara. Dari situ bunga ini jadi simbol perlawanan.
Kalau udah ngeh, kamu bakal nemu dia di mana-mana. Ada di lambang negara bareng motif taegeukgi, di pin emas anggota parlemen, sampai di emblem pengadilan. Pangkat polisi bahkan dihitung dari jumlah kuncup dan bunga mugunghwa. Kalau pernah naik kereta di Korea, kamu mungkin lihat namanya di Mugunghwa-ho, kereta reguler yang lebih lambat dari KTX.
Buat kebanyakan fans luar negeri, perkenalan pertamanya lewat Squid Game. Kalimat yang diteriakin boneka raksasa sebelum balik badan, 'bunga mugunghwa telah mekar', dimulai dengan nama bunga ini. Anak-anak Korea udah neriakin kalimat itu di taman bermain jauh sebelum tahu itu bunga nasional mereka.
Sejak tahun 1950-an ada yang ngusulin ganti ke bunga azalea, dengan alasan mugunghwa gampang kena kutu daun dan nggak tumbuh liar di seluruh negeri. Tapi argumen bahwa pohon ini kuat asal dirawat sedikit akhirnya menang, dan mugunghwa tetap di posisinya.