
taegeukgi (태극기)
Bendera Korea Selatan: taegeuk merah-biru di tengah latar putih, plus empat trigram hitam di sudut yang melambangkan langit, bumi, air, dan api. Satu lembar kain berisi filosofi keseimbangan yin-yang.
Asal-usulnya dari meja diplomasi. Tahun 1882 Joseon butuh bendera untuk upacara penandatanganan perjanjian dengan Amerika Serikat, dan penerjemah Lee Eung-jun menggambar yang dikenal sebagai taegeukgi pertama. Menurut catatan, Dinasti Qing menekan Joseon supaya pakai panji naga tiruan bendera kekaisaran Qing, tapi Raja Gojong menolak dan memilih desain taegeuk. Awalnya trigramnya delapan, lalu dipangkas jadi empat, dan resmi jadi bendera nasional tahun 1883.
Di masa penjajahan Jepang, menyimpan bendera ini saja bisa kena hukuman, dan justru karena itu ia jadi simbol perjuangan kemerdekaan. Bendera ini berkibar di seluruh negeri saat Gerakan 1 Maret 1919, dan di hari Pembebasan orang-orang mengecat ulang bendera Jepang dengan tinta untuk bikin taegeukgi sendiri. Cat biru susah dicari, jadi banyak yang jadinya merah-hitam. Wilayah utara juga sempat memakainya setelah 1945 sebelum Korea Utara menggantinya dengan bendera sendiri.
Bendera ini benar-benar jadi dekat dengan orang saat Piala Dunia 2002, waktu fans menjadikannya jubah, bandana, sampai face painting. Sebaliknya, sejak akhir 2010-an aksi massa kubu konservatif ramai membawa taegeukgi, lahirlah istilah 'demo taegeukgi', dan mengibarkannya di alun-alun bisa dikira pernyataan politik.
Detail kecilnya seru. Ujung tiang benderanya berbentuk kuncup bunga mugunghwa. Di hari nasional bendera dinaikkan penuh, di Hari Peringatan Pahlawan diturunkan selebar satu bendera. Saat upacara, tangan kanan diletakkan di dada kiri sambil menyanyikan Aegukga. Di internet, meme bendera berkibar awalnya dipakai untuk menyindir gukppong, sekarang juga dipakai buat momen yang beneran bikin bangga. Dan iya, semua orang sudah sadar taegeuk mirip logo Pepsi.