nori gongwon (놀이공원)
Di Korea, 'taman hiburan' praktis berarti dua tempat: Everland dan Lotte World. Tampilannya ganti tiap musim, dan di sinilah pasangan drakor jatuh cinta, lalu nggak jarang putus juga.
Sejarahnya lebih panjang dari yang kamu kira. Di area istana Changgyeongwon sudah ada bianglala sekitar 1955, dan taman peternakan yang dibuka Samsung di Yongin tahun 1976 kelak jadi Everland. Menjelang Olimpiade 1988, karena nggak ada tempat buat dipamerkan ke tamu asing, dibangunlah Seoul Land di Gwacheon, lalu Juli tahun berikutnya Lotte World Adventure buka di Jamsil. Ciri khas Korea banget: dua-duanya dikelola grup chaebol. Itu juga sebabnya Lotte World Tower berdiri persis di sebelahnya.
Akibatnya, diskonnya nggak ada habisnya. Gabungkan kartu kredit grup, poin, dan promo operator seluler, hampir nggak ada yang bayar harga normal; orang lokal bercanda yang bayar penuh itu cupu. Turis asing justru sering nggak memenuhi syarat dan bayar harga penuh. Sebelum COVID, dua taman ini masuk jajaran taman hiburan paling ramai di dunia.
Hari-hari paling padat sudah bisa ditebak: Hari Anak, Natal, libur Chuseok, musim karyawisata sekolah di musim semi dan gugur, plus anak kelas 12 yang tumpah ruah setelah Suneung di akhir November. Antre dua jam buat wahana favorit itu biasa. Memanfaatkan empat musim juga keahlian taman Korea: sakura dan tulip di musim semi, horor Halloween di musim gugur, festival lampu di musim dingin. Everland juga panen besar dari keluarga pandanya sejak Fu Bao lahir tahun 2020.
Yang bikin taman hiburan spesial di konten Korea adalah romansanya. Sewa seragam sekolah lalu keliling Lotte World bareng teman itu ritual wajib anak remaja, sementara pasangan pakai bando kembar dan foto di photobox empat potret. Di rom-com, adegan nembak di depan komidi putar, ciuman di bianglala, dan putus di titik yang sama sudah diulang puluhan kali. Di sinilah budaya pasangan dan Natal khusus pasangan tampil paling gemerlap, makanya taman hiburan sering masuk rute ziarah fans ke lokasi syuting. Pas musim panas, panggungnya sebentar pindah ke waterpark.
Kritik jujurnya: temanya samar, wahana bisa dipindah ke taman lain tanpa ada yang sadar. Nama yang serba 'Land' dan 'World' juga bayang-bayang Disney. Tapi tetap saja, wahana keliling dunia indoor Everland, Global Fair, mengangkut 50 juta penumpang sejak 1985 sampai ditutup tahun 2015, kira-kira satu kali naik untuk tiap penduduk Korea.