couple culture (커플 문화)
Cincin kembar, kaos kembar, sampai ngitung hari ke-100 dan ke-200 jadian: begitulah cara orang Korea pacaran, hubungannya dibikin kelihatan, bukan rahasia berdua aja.
Semuanya dimulai dari ngitung hari. Pasangan Korea menyebut hari jadian sebagai Hari 1, lalu merayakan hari ke-22, hari ke-100, ke-200, dan ke-1000. Kalendernya juga ikut ramai. Valentine di Februari dan White Day di Maret bikin tiap tanggal 14 punya nama sendiri, terus ada Pepero Day di November dan Natal buat pasangan. Tanggal 14 April alias Black Day malah kebalikannya: hari buat para jomblo makan mi saus hitam bareng.
Lalu ada budaya serba kembar. Baju couple dengan desain sama jauh lebih umum daripada cincin, alasannya praktis banget: murah, kelihatan jelas, dan gampang disingkirkan kalau putus. Dulu bahkan anak SMP dan SMA yang pacaran hampir wajib pakai cincin couple. Yang lucu, "couple ring" itu Konglish. Dalam bahasa Inggris namanya promise ring, sementara "coupling" artinya komponen mesin atau, ya, kawin, jadi kedengarannya aneh buat penutur asli. Di mata orang Barat baju kembaran ini aneh banget, sampai ada film indie Amerika berlatar Seoul yang punya adegan ngeledek pasangan Korea berbaju sama.
Kencan juga punya pola baku. Ketemu lewat sogaeting, resmi jadian lewat pengakuan cinta, lalu lanjut ke taman hiburan, piknik di Taman Sungai Han, main escape room, jalan di bawah bunga sakura pas musim semi, dan nggak lupa foto di photobox empat potong sebagai bukti. Sebaliknya, chat yang cuma di-read doang gampang banget jadi bibit berantem.
Karena pacaran sekeliatan ini dalam hidup sehari-hari, kisah cinta seleb jadi berita yang jauh lebih heboh. Satu rumor pacaran bisa bikin internet meledak, dan dari sini juga kelihatan kenapa idol menyembunyikan pacarnya.