decodeK

ikssip (읽씹)

KataAplikasi chatHubunganBahasa

Singkatan dari 'baca lalu kunyah', alias baca pesan tapi nggak dibalas. Di zaman tanda sudah dibaca, semua orang pasti pernah jadi korban sekaligus pelakunya.

Biang keroknya adalah angka 1 kecil di KakaoTalk. Angka itu nempel di samping pesanmu dan hilang begitu lawan bicara membukanya. Jadi 'udah dibaca tapi nggak dibalas' kelihatan jelas di layar, dan si pengirim mengisi kekosongan itu dengan segala macam dugaan. Karena hidup sehari-hari orang Korea hampir semuanya berjalan di KakaoTalk, angka mungil ini jadi semacam termometer hubungan. Ada juga saudaranya, anikssip, 'nggak dibaca sama sekali': cuma ngintip isi pesan dari notifikasi, nggak masuk ke chat, jadi angka 1-nya tetap ada. Kalau itu berhari-hari padahal foto profilnya ganti terus, sakitnya lebih parah.

Paling sensitif soal cinta. Waktu lagi sseom atau main tarik ulur, cepat lambatnya balasan dibaca sebagai kode. Diajak ketemu lagi setelah kencan buta tapi cuma di-read? Itu dianggap selesai, bahkan tanpa penolakan yang sopan. Ada yang bilang kalau sudah pacaran, mending pesannya nggak dibaca sekalian daripada dibaca terus diam, soalnya yang belum dibaca masih bisa dimaklumi sebagai sibuk. Di budaya pacaran Korea yang serba rajin kabar, ini bukan urusan kecil.

Di luar percintaan juga banyak banget. Transaksi barang bekas yang tiba-tiba hilang di tengah janjian, bos yang nggak pernah balas lamaran kerja part-time kamu, dosen yang baca email protes nilai lalu diam. Di kampus ada pepatah: ikssip dari dosen artinya ditolak.

Tapi nggak semua ikssip itu niat jahat. Bisa jadi rapat baru mulai, lagi mikir balasan, kepencet di saku, atau merasa obrolannya udah selesai. Meski begitu, kalau keterusan bisa berujung putus kontak. Sekarang banyak juga yang cari jalan pintas dengan cuma kasih stiker reaksi.