decodeK
KakaoTalk

KakaoTalk

PerusahaanPlatformAplikasi chatInti

Aplikasi chat yang hampir pasti ada di HP semua orang Korea. Dipanggil KaTalk, dan urusan keluarga, kelas, sampai kantor semuanya jalan lewat grup chat-nya.

Startup kecil bernama IWILAB merilis versi iPhone-nya pada Maret 2010, lalu musim gugur tahun itu perusahaannya ganti nama jadi Kakao. Waktu itu Korea masih di era HP lipat, tiap SMS bayar, sampai orang rela ngilangin spasi biar hemat. Jadi "chat gratis tanpa batas asal punya smartphone" itu culture shock banget. Mulai sekitar musim gugur 2011, orang ramai-ramai pindah ke smartphone cuma demi KakaoTalk, dan aplikasi ini dianggap pendorong utama ledakan smartphone di Korea. Momen ini dikenang sebagai satu messenger yang terpasang di HP seluruh rakyat.

Angkanya bikin melongo: sekitar 47 juta pengguna bulanan di Korea, dan pangsa pasar 94,4% di tahun 2018. Nggak punya KakaoTalk beneran bikin susah hidup sosial. Pengumuman kampus, tugas kelompok, kerjaan kantor, bahkan tagihan dari instansi pemerintah dikirim lewat sini. Makanya grup chat jadi unit dasar kehidupan di Korea, sampai muncul ungkapan hidup di dalam KakaoTalk. Bangun tidur dengan 300+ pesan belum dibaca itu biasa. Dulu bahkan ada "penjara KakaoTalk", kamu keluar grup tapi terus di-invite balik. Fitur tolak undangan baru ada akhir 2014, dan keluar diam-diam baru bisa di 2023.

Ada sisi gelapnya juga. Tahun 2013 terungkap grup chat dipakai buat bullying di sekolah, dan istilah "katta" (dikucilkan lewat KakaoTalk) jadi populer. Waktu kebakaran data center di Pangyo bikin KakaoTalk mati berjam-jam pada Oktober 2022, taksi, pembayaran, sampai bank milik Kakao ikut tumbang. Sempat ada yang bilang mau pindah aplikasi, tapi begitu pulih hampir semuanya balik lagi. Soalnya semua teman chat mereka ada di sana.

Kakao sebagai perusahaan tumbuh dari satu aplikasi ini. Tahun 2014 merger dengan portal Daum, lalu merambah ke pesan taksi, pembayaran digital, bank online, sampai web novel. Emotikon yang dijual di dalam aplikasinya sudah jadi budaya sendiri. Di dunia hiburan, grup Kakao punya agensi seperti Starship Entertainment dan EDAM Entertainment. Rival terbesarnya Naver.