Satu messenger untuk seluruh negeri
Aplikasi yang awalnya cuma buat kirim pesan gratis, dalam beberapa tahun jadi daftar kontak satu negara. Bayar-bayar, taksi, sampai webtoon masuk ke satu aplikasi, dan perusahaannya akhirnya beli agensi hiburan.
Tanggal 18 Maret 2010, startup kecil bernama IWILAB merilis KakaoTalk untuk iOS. Versi Android menyusul Agustus, dan September perusahaannya ganti nama jadi Kakao. Buat paham kenapa meledak, lihat dulu Korea sebelumnya. Di era HP jadul, satu SMS kena puluhan won. Kirim ratusan, tagihan SMS bisa lebih mahal dari telepon, jadi orang nulis tanpa spasi biar muat banyak huruf. Milih paket HP berarti ngitung jatah SMS gratis.
Lalu muncul aplikasi yang bilang: punya smartphone? Pesan unlimited. Sekitar musim gugur 2011, orang ramai-ramai ganti ke smartphone cuma demi KakaoTalk, dan yang masih bertahan akhirnya ikut karena lingkungannya. Sampai ada HP lipat versi smartphone buat yang nggak rela lepas HP flip. Banyak juga yang beli smartphone murah cuma buat satu aplikasi ini. Kalau ditanya siapa yang mengakhiri era HP jadul di Korea, jawabannya ini.
Setelah itu, total menguasai. Tahun 2018 pangsa pasarnya 94,4%, dan akhir 2021 pengguna bulanannya di Korea 47 juta. Pengumuman kampus, rapat kantor, janjian sama teman, semuanya lewat grup chat. Tagihan dari instansi pemerintah pun datang lewat Kakao. Nggak punya akunnya bisa bikin susah bergaul, makanya hidup di KakaoTalk itu bukan lebay. Angka "1" hilang tapi nggak dibalas? Itu ikssip, alias di-read doang, dan perasaan yang susah diketik dikirim lewat emotikon. Peran yang dulu dipegang Cyworld dan messenger PC di tahun 2000-an, di tahun 2010-an diambil alih semua oleh aplikasi ini.
Messenger cuma pintu depan. KakaoPay masuk ke dalam aplikasi Juli 2014, lalu merambah taksi, peta, sopir pengganti, pembayaran cepat, bahkan bank digital. Pesan taksi lewat aplikasi jadi hal biasa berkat gelombang ini. Webtoon dan web novel ikut masuk ekosistem yang sama, pas dengan masa ketika webtoon jadi gudang cerita buat drakor.
Perusahaannya juga membesar gila-gilaan. Tahun 2014 Kakao merger dengan portal Daum. Di atas kertas Daum yang membeli Kakao, tapi pemegang saham terbesarnya malah dari pihak Kakao, jadi sebenarnya ini IPO lewat pintu belakang. Namanya sempat Daum Kakao lalu balik jadi Kakao tahun 2015. Tencent, yang investasi besar di awal dan jadi pemegang saham kedua terbesar, meluncurkan WeChat tahun 2011 dan pernah bilang banyak belajar dari Korea.
Lalu ekspansinya sampai ke dunia hiburan. Tiga belas tahun kemudian, lewat perebutan SM, perusahaan messenger ini jadi pemegang saham terbesar SM Entertainment. Era fandom yang hidup di dalam platform juga tumbuh di atas fondasi yang sama. Karena keseharian satu negara numpuk di satu aplikasi, kalau servernya down, satu negara ikut sunyi sesaat.