decodeK

baegil (백일)

KataRitus peralihanPacaranAngka

Hari ke-100 sejak sesuatu dimulai. Di Korea, 100 hari pertama bayi dirayakan, dan 100 hari jadian pasangan juga wajib dirayakan.

Awalnya soal bayi. Dulu waktu dunia medis belum maju, banyak bayi yang nggak bisa melewati tiga bulan pertama. Jadi bayi yang berhasil bertahan sampai 100 hari dirayakan bareng keluarga besar. Istana juga begitu: ada catatan bahwa tahun 1782 Raja Jeongjo memanggil para pejabat dan membagikan makanan untuk 100 hari putra mahkota. Bahkan ada kepercayaan lama bahwa potong rambut pertama bayi sebaiknya dilakukan oleh bibi dari pihak ayah. Kalau bayinya sakit, pestanya nggak diadakan, makanya banyak keluarga membatalkannya waktu pandemi COVID.

Sekarang versinya lebih simpel: makan bareng keluarga dekat, foto studio, lalu pesan kue beras untuk dibagikan ke tetangga dan teman. Di tengah angka kelahiran yang super rendah, momen tiap anak jadi terasa makin berharga, dan baegil tetap jadi acara besar bareng ulang tahun pertama, doljanchi. Fakta lucu: tentara Korea kasih cuti khusus buat ulang tahun pertama anak, tapi nggak buat hari ke-100.

Yang bikin orang asing kaget justru versi pacaran. Pasangan Korea menghitung hari jadian sebagai Hari 1, tukar kado di Hari 100, rayakan juga Hari 200 dan 300, lalu setelah setahun pindah ke hitungan anniversary. Sampai ada aplikasi yang menghitungkan harinya. Ini bagian penting dari budaya pasangan Korea, dan merayakan per 100 hari itu jarang banget di negara lain. Makanya di drakor, setelah adegan nembak, sering ada yang bilang "mulai hari ini Hari 1 kita". Tambah lagi hari spesial tiap tanggal 14, kalender langsung penuh.

Ujian juga punya hari ke-100. Begitu Suneung atau ujian besar tinggal 100 hari, hitung mundurnya turun ke dua digit dan tekanannya langsung naik. Pemerintahan dan kebijakan baru juga dinilai di hari ke-100. Di Korea, angka 100 itu kayak sertifikat pertama bahwa kamu berhasil bertahan.