
Lee Joon-gi
Aktor yang bikin demam 'cowok cantik' di Korea lewat peran badut Gong-gil di The King and the Clown. Setelah itu dia menaklukkan Asia lewat drama kolosal dan adegan action tanpa stuntman.
Lahir di Busan dan besar di Changwon, cita-citanya dulu jadi programmer, sampai waktu kelas 3 SMA dia nonton teater Hamlet bareng temen dan langsung banting setir. Umur dua puluh dia merantau sendirian ke Seoul, kerja part-time di tempat biliar, bar, pom bensin, sampai restoran cepat saji sambil ikut audisi. Debutnya tahun 2001 lewat iklan cetak brand baju, dan film pertamanya Hotel Venus, film Jepang yang uniknya semua pemainnya ngomong bahasa Korea. Dia menang audisi lawan 2.000 orang.
Semuanya berubah di The King and the Clown (2005). Audisinya sebulan penuh dengan tiga babak, dan di hari terakhir dia handstand terus buka kaki lebar-lebar di tengah adegan badut, cerita yang sekarang legendaris. Lawan mainnya Kam Woo-sung awalnya nolak karena waktu nyapa dia kelihatan terlalu 'cowok biasa'. Filmnya mulai pelan di 250 layar dan akhirnya ditonton 12,3 juta orang, resmi jadi cheonman. Gong-gil yang lembut bikin tren 'cowok cantik' dan fandom yang nyebut diri 'pecandu King's Man', sampai dia bisa bikin fanmeeting di Jamsil Arena tahun 2006, hal yang jarang buat aktor. Dia sendiri ngaku perannya susah karena Gong-gil beda banget sama kepribadian aslinya. Foto profil Instagram-nya sampai sekarang masih Gong-gil, biar nggak lupa titik awalnya.
Di masa yang sama dia syuting iklan minuman delima yang cringe banget sampai jadi aib pribadinya. Waktu ada fans di jalan nanya 'Beneran suka delima?', dia cuma bisa bilang 'tolong hapus aja itu.' Tapi minumannya tembus penjualan 10 miliar won paling cepat dibanding produk baru lain, dan di You Quiz on the Block dia ketawa bilang agak bangga udah bikin minuman delima jadi mainstream.
Omongan 'cuma hype' datang cepet. Pas film berikutnya jeblok, orang bilang gantengnya cuma karena rambut. Jawabannya: potong cepak. Di Time Between Dog and Wolf (2007) MBC dia gonta-ganti jadi agen tragis Lee Su-hyun dan K yang dingin, termasuk kejar-kejaran mobil tanpa stuntman, dan di tahun yang sama film May 18 tentang pemberontakan Gwangju 1980 tembus 7 juta penonton. Tahun 2008 Iljimae di SBS ngasih dia penghargaan top excellence. Di Thailand, tempat syuting Time Between Dog and Wolf, dia disambut kayak tamu negara, dan Hero yang gagal di Korea malah laris di Jepang. Dia jadi salah satu wajah gelombang Hallyu kedua.
Mei 2010 dia masuk wamil aktif secara mendadak. Surat panggilannya datang tiga minggu sebelumnya, pas ada film yang udah mulai syuting, dan permohonan penundaannya ditolak. Dia balikin honor dan bayar denda kontrak iklan luar negeri pakai uang sendiri. Ditarik ke unit hiburan tentara, dia kena jatuhan properti panggung di dahi waktu gladi musikal militer dan dapet 50 jahitan, terus malamnya tetap tampil dengan muka bengkak karena nggak ada pemeran pengganti. Dia selesai Februari 2012.
Setelah itu dia jadi spesialis sageuk: Arang and the Magistrate, Gunman in Joseon, Scholar Who Walks the Night yang bikin dia jadi vampir era Joseon, lalu Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo (2016) sebagai pangeran keempat Goryeo, Wang So. Dia turun 17 kg, dramanya tayang barengan di Korea dan China, dan dia menang best couple sama IU yang main jadi Hae-soo. Meski ending sedihnya masih diperdebatkan, banyak yang nyebut ini drama terbaik seumur hidup mereka. Fans suka ngebahas kalau status sosial karakter sageuk-nya naik terus, dari badut kasta rendah, rakyat biasa, bangsawan, sampai kaisar. Hollywood juga ngelirik: Paul W.S. Anderson ngirim email langsung setelah nonton dramanya dan ngajak dia main di Resident Evil: The Final Chapter. Tahun 2019 dia cameo jadi pastor pengusir setan di Hotel del Luna, reuni sama IU.
Action itu udah kayak jati dirinya. Dia sabuk hitam taekwondo DAN 3 yang dulu mewakili Busan, dan pernah latihan taekkyeon, muay thai, tinju, sampai jiu-jitsu, di mana dia sabuk biru yang rajin banget ngajak temen dan fans ikut. Tim stunt manggil dia 'maknae', dan karena baginya action juga akting, dia sebisa mungkin nggak pakai pemeran pengganti. Di Two Weeks dia dikubur di tanah sambil napas lewat satu sedotan. Karena karakternya hampir selalu kehilangan keluarga atau punya dua nama, fans nyebut dia 'darah, keringat, dan air mata versi manusia'. Udah bertahun-tahun dia berhenti makan nasi dan tepung, makan utamanya tahu, dan katanya sumber energinya ginseng merah, sampai pengen terlahir lagi jadi ginseng merah.
Di Flower of Evil (2020) tvN dia jadi pria yang menyembunyikan masa lalunya sebagai anak pembunuh berantai, akting yang kalem tapi dalam sampai masuk nominasi Baeksang, dan dia sendiri nobatin sebagai karakter favoritnya. Again My Life (2022) bikin dia menang top excellence di SBS, dan tahun 2023 dia main dua peran sekaligus, si kembar Eun-seom dan Saya, di Arthdal Chronicles: The Sword of Aramun. Yang berikutnya: drama Fuji TV kiDnap GAME di Oktober 2026, lalu film Netflix Dochabi.