Remaja 18 tahun juara Cliburn
Juni 2022, pianis Korea berusia 18 tahun jadi juara termuda dalam 60 tahun sejarah Van Cliburn International Piano Competition. Video finalnya ditonton puluhan juta kali dan bikin kompetisi piano jadi tontonan layar.
Tokoh utamanya Yunchan Lim, dan lucunya dia awalnya nggak tertarik ikut kompetisi. Di wawancara musim gugur 2021 dia bilang juri itu bukan dewa musik dan dia nggak setuju musik diberi peringkat. Yang mendorongnya adalah gurunya, Profesor Son Min-soo, dengan pesan: anggap saja ini konser, bukan lomba. Dia baru memutuskan mepet banget sama tenggat, sampai nggak sempat rekam video baru dan akhirnya kirim rekaman lama. Waktu pengumuman seleksi video makin dekat tapi kabar nggak kunjung datang, sang guru mengajaknya makan dan sambil berkaca-kaca minta maaf karena mengira dia gagal. Besok paginya email dari panitia masuk: dia lolos, cuma emailnya ketinggalan dikirim. Bahkan jadwalnya pun hoki. Kompetisi mundur setahun gara-gara COVID, jadi dia pas memenuhi batas usia minimal 18 tahun.
Babak utama digelar 2 sampai 18 Juni di Fort Worth, Texas, dan para peserta tinggal di rumah keluarga relawan. Waktu undian urutan, namanya dipanggil duluan, tapi dia justru pilih tampil paling akhir supaya punya waktu latihan lebih lama. Keluarga angkatnya sempat mengira peserta termuda ini bakal gugur cepat. Di video Mozart babak pertamanya ada komentar "jiwa umur 40 di tubuh umur 18" yang kemudian dikutip banyak media. Di semifinal dia memainkan dua belas Transcendental Études karya Liszt sekaligus, dan menurut panitia dari situ penonton streaming langsung melonjak.
Momen paling ikonis ada di final 17 Juni: Piano Concerto No. 3 Rachmaninoff. Sehari sebelumnya dia ganti piano dari Steinway Hamburg ke Steinway New York. Orang-orang sekitarnya melarang, tapi ketua juri sekaligus konduktor Marin Alsop bilang itu pilihan yang cerdas. Begitu selesai, penonton berdiri, anggota orkestra menaruh alat musik mereka untuk ikut tepuk tangan, dan kamera menangkap Alsop mengusap air mata di podium. Juri sepakat bulat: medali emas, ditambah penghargaan penonton dan penghargaan penampilan terbaik karya pesanan baru. Ini juga kemenangan Korea dua kali berturut-turut setelah Sunwoo Yekwon di 2017, dan bukti lagi kenapa Korea dijuluki jagoan kompetisi, menyusul Cho Seong-jin yang menjuarai Chopin Competition tahun 2015.
Setelah itu internet yang ambil alih. Tanggal 21 Juni video finalnya nangkring di posisi satu trending YouTube, dan dalam sebulan tembus 17 juta views. Channel resmi Cliburn yang tadinya cuma sekitar 7.000 subscriber lewat 100.000 dalam kurang dari tiga bulan, dan panitia terang-terangan bilang Silver Play Button itu berkat dia. Deretan video reaksi ikut bermunculan, termasuk analisis dari reviewer piano yang mengundang juri aslinya. The New York Times memasukkan "Yunchan Lim" sendiri, bukan satu konser tertentu, ke daftar penampilan terbaik 2022. Itu pertama kalinya panggung kompetisi masuk daftar tersebut, dan kritikusnya mengaku nonton lewat YouTube. Jauh lebih banyak orang yang menonton kompetisi ini dari layar ketimbang dari kursi aula.
Komentarnya setelah menang juga viral. Katanya cuma sekitar 30 persen dari latihannya yang keluar di panggung, mimpinya adalah tinggal di gunung dan main piano saja, dan ambisi kariernya nol koma satu persen pun nggak ada. Dia menyebut Ureuk, maestro gayageum zaman kuno, sebagai sosok yang paling menginspirasinya. Saat menunggu hasil pun dia bilang lebih excited bisa main Goldberg Variations tahun depan. Kebetulan kru dokumenter KBS sedang syuting di lokasi, jadi momen pengumumannya terekam jelas, dan dokumenter resmi kompetisi, Crescendo, ditonton 70.000 orang di bioskop Korea pada 2023. Satu konteks khas Korea: juara kompetisi internasional seperti ini bisa dapat keringanan wajib militer lewat jalur agen seni dan olahraga, tapi dia sudah memenuhi syaratnya sejak menjuarai Isang Yun International Music Competition di 2019.