chejil (체질)
Gagasan bahwa tiap orang lahir dengan jenis tubuh yang beda, jadi apa yang dimakan dan cara hidupnya juga harus beda. Di Korea, 'ini nggak cocok sama chejil-ku' itu kalimat sehari-hari banget.
Kata ini dapat banyak tenaga dari pengobatan Sasang. Tahun 1894, di akhir era Joseon, Lee Je-ma menulis Dongui Suse Bowon dan membagi manusia jadi empat tipe: Taeyang, Soyang, Taeeum, dan Soeum. Tipenya dilihat dari postur, wajah dan cara bicara, watak, serta reaksi terhadap obat, lalu penyakit yang sama diobati dengan cara yang benar-benar beda sesuai tipe. Katanya ide ini muncul karena dia lihat obat yang sama bekerja beda di tiap orang. Buat satu tipe, banyak berkeringat itu tanda sehat; buat tipe lain, justru tanda badan lagi drop.
Tiap tipe juga punya deskripsi kepribadian. Taeyang gampang akrab dan nggak canggung sama orang baru, Soyang berani, Taeeum ulet sampai tujuannya tercapai, dan Soeum rapi serta nyaman di lingkaran kecil. Menurut catatan Lee sendiri, dari sepuluh ribu orang sekitar 5.000 Taeeum, 3.000 Soyang, 2.000 Soeum, dan Taeyang paling banyak cuma sepuluh. Konon Lee sendiri adalah salah satu Taeyang langka itu. Kalau kedengarannya mirip orang Korea yang saling jelasin diri pakai empat huruf MBTI, kamu nggak salah. Ini memang dijuluki 'MBTI versi pengobatan Korea', dan di awal 2000-an ada penelitian yang coba menghubungkan keduanya.
Keluar dari hanuiwon dekat rumah dengan diagnosis 'Anda tipe Taeeum' plus sekantong jamu penguat masih pengalaman yang umum banget, dan konstitusi Sasang tetap jadi bidang spesialis resmi di pengobatan Korea. Soal bukti ilmiah, lain cerita. Para ahli sering beda pendapat soal diagnosisnya, dan ada penelitian yang menyebut akurasi diagnosis cuma sekitar 51%. Turunannya seperti teori 8 tipe dan 64 tipe dikritik bahkan di kalangan pengobatan Korea sendiri, dan kedokteran modern menganggap klasifikasi semacam ini pseudosains. Yang bikin kata ini tetap hidup adalah kenyataan bahwa orang memang bereaksi beda terhadap makanan atau obat yang sama.
Jadi kalau teman asing nggak kuat makanan pedas, orang Korea santai aja bilang 'mungkin nggak cocok sama chejil-mu'. Makan samgyetang di musim panas buat giryeok bochung juga datang dari insting yang sama. Cuma, menebak kepribadian dari bentuk badan dan wajah kadang kedengarannya nggak enak, apalagi kalau disandingkan dengan obrolan soal lookism di Korea.