Tazza: The High Rollers
Film kriminal 2006 tentang cowok miskin yang kehilangan semuanya dalam satu ronde kartu hwatu, lalu nyemplung ke dunia judi curang. Hampir dua puluh tahun kemudian, dialog-dialognya masih hidup sebagai meme di Korea.
Tazza artinya penjudi curang: orang yang pakai kecepatan tangan buat ngatur kartu dan nguras meja. Bedanya sama penjudi biasa, tazza cuma mau duduk di meja yang udah pasti dia menangin. Sutradara Choi Dong-hoon mengadaptasi bagian pertama komik Huh Young-man. Goni (Cho Seung-woo), buruh pabrik mebel, ludes tabungan tiga tahunnya di meja seotda, lalu berguru ke tazza legendaris bernama Pyeong (Baek Yoon-sik). Setelah itu dia keliling Korea bareng Madam Jeong (Kim Hye-soo) yang merancang setiap jebakan, dan partner bermulut lincah Go Gwang-ryeol (Yoo Hae-jin). Di ujung cerita udah nunggu Agwi (Kim Yoon-seok), tazza yang bikin lawannya nggak pulang utuh.
Komiknya berlatar tahun 1960-an, tapi filmnya dipindah ke pertengahan 1990-an, masa yang kering dan nggak glamor, yang lewat sekilas di narasi Madam Jeong. Huh sendiri minta filmnya jangan dibikin persis kayak komik, jadi Choi bebas merombak karakter dan ending. Huh juga nongol sebentar sebagai cameo di markas judi Madam Jeong.
Castingnya langsung jadi legenda. Goni yang di komik kaku berubah jadi sosok yang menyedihkan, licin, sekaligus setia banget, dan Cho resmi naik kelas jadi aktor utama laris. Kim Yoon-seok hampir nggak dikenal sebelum jadi Agwi; dia sendiri bilang itu peran yang paling diingat penonton, dan setahun kemudian dia lanjut ngegas di The Chaser.
Ngomongin Tazza pasti ngomongin quote-nya. Kalimat Madam Jeong "Aku ini cewek lulusan Ewha" sering dikira improvisasi, padahal ada di naskah. Waktu Kim nanya apa karakternya beneran kuliah di sana, Choi bilang dia masuk tapi nggak lulus, terus nambahin kalau Kim nafsirinnya beda, ya itu juga Madam Jeong. "Berhenti! Ngambil kartu dari bawah, ya?" yang diucapin Goni sambil megang tangan Agwi masih sering dipakai netizen. Pas film ketiga rilis tahun 2019, kalimat bos gangster Kwak Cheol-yong "kubur aja, lanjut dobel" tiba-tiba viral di YouTube, padahal Kim Eung-soo ngaku udah lupa sama perannya.
Trik kartunya diajarin langsung oleh Jang Byung-yoon, mantan tazza beneran yang jadi inspirasi tokoh utama komiknya. Dia juga muncul sebagai penjudi yang ditolak Madam Jeong karena "mukanya nggak oke". Tapi murid paling cepat justru sutradaranya. Pas Cho kesulitan narik kartu dari bawah, Choi turun tangan jadi pemeran pengganti tangan, makanya di adegan latihan tangan Goni tiba-tiba kelihatan lebih kasar. Adegan Goni ngebakar uang Madam Jeong juga ide dadakan di lokasi, dan baju desainer mahal yang ikut kebakar waktu madamin api akhirnya dibeli sendiri sama Kim.
Meski ratingnya khusus dewasa, film ini narik 6,85 juta penonton versi distributor, salah satu hit dewasa terbesar sepanjang sejarah Korea. Film ini menang Grand Prize film di Baeksang Arts Awards 2007 dan sampai sekarang jadi patokan noir Korea. Sekuelnya keluar tahun 2014, 2019, dan 2026, tapi kebanyakan penonton sepakat nggak ada yang nyamain film pertama. Bahkan restoran Cina di Gunsan yang jadi usaha keluarga Goni sampai diantre turis.