gungmin yeodongsaeng (국민 여동생)
Julukan yang dulu dikasih ke bintang perempuan muda yang disayang satu negara. Isinya rasa sayang sekaligus tuntutan: tetaplah seperti ini. Hampir semua yang pernah dapat julukan ini butuh bertahun-tahun buat lepas darinya.
Syarat nggak resminya: umur belasan sampai awal dua puluhan, citra manis dan ramah, plus dikenal semua generasi. Kebanyakan orang menganggap awalnya dari Moon Geun-young, yang dicintai lewat film My Little Bride tahun 2004. Begitu julukannya nempel, orang bahkan mulai nerapinnya mundur ke bintang tahun 70 sampai 80-an buat nyusun 'silsilah adik nasional', padahal zaman itu julukan ini belum ada.
Kalau silsilahnya diikutin, kamu bakal dapet ringkasan kilat budaya pop Korea. Ahn So-hee, yang bikin satu negara heboh cuma lewat satu baris 'eomeona' di Tell Me milik Wonder Girls tahun 2007. Park Bo-young, yang meledak lewat film Scandal Makers tahun 2008. IU, yang ngeluarin Nagging dan Good Day berturut-turut tahun 2010. Bahkan nggak harus artis: ratu figure skating Kim Yuna juga dapat gelar ini, ditambah 'peri nasional' dan 'ratu nasional'.
Masalahnya ada di tanggal kedaluwarsa. Citra adik jadi canggung setelah pertengahan dua puluhan, jadi siapa pun yang mau karier panjang akhirnya harus pindah ke citra dewasa. Fansnya juga unik: vibe 'pengen ngelindungin' itu narik banyak yang disebut 'fans om-om', plus fans paruh baya yang sayang kayak ke anak atau cucu sendiri. Karena ngurung penampilan dan sikap perempuan dalam satu cetakan, istilah ini juga nyambung ke perdebatan soal lookism. IU sering disebut sebagai contoh paling klasik orang yang sempat terkurung julukan ini lalu mendobraknya sendiri.
Ada julukan sepupunya, 'cinta pertama nasional', yang nempel ke Suzy setelah Architecture 101, dan dia juga butuh waktu lama buat lepas. Versi cowoknya juga ada, 'adik laki-laki nasional'; waktu IU ngeluarin duet bareng Yoo Seung-ho tahun 2010, judul beritanya nyebut itu pertemuan adik perempuan dan adik laki-laki nasional.
Sekitar pertengahan 2010-an, istilah ini praktis udah nggak dipakai. Media makin personal, bangun fandom yang solid jadi lebih penting daripada disukai satu negara, dan fans sendiri nggak mau bias mereka dikunci dalam satu citra. Yang muncul belakangan bareng kebangkitan trot justru 'cucu nasional'. Kebiasaan nempelin kata 'nasional' ke orang masih hidup sampai sekarang, kayak MC nasional.