decodeK

gisa badasseugi (기사 받아쓰기)

KataMediaInternetKritik

Kebiasaan mengubah satu postingan forum atau satu baris di medsos jadi berita, tanpa dicek dulu. Ini penyakit lama media online Korea, lahir dari sistem di mana yang paling cepat yang dapat klik.

Kalimat pembuka khasnya: 'Baru-baru ini di sebuah komunitas online...'. Beritanya nggak menemukan apa-apa; cuma ambil rumor yang udah beredar, tambahin sedikit bumbu, lalu dikemas biar kelihatan kayak jurnalisme. Kalau di byline tertulis semacam 'Tim Isu Online' dan bukan nama wartawan, biasanya ya jenis yang ini. Kalau nggak jelas siapa yang tanggung jawab, verifikasinya juga jadi nggak jelas.

Akar masalahnya ada di portal yang berubah jadi media. Nongol di halaman depan portal atau di ranking pencarian real-time berarti page view, dan page view berarti duit iklan, jadi media online berlomba jadi yang pertama nulis soal apa pun yang lagi trending. Upload ulang berita yang sama dengan perubahan kecil, yang disebut abusing, juga udah jadi makanan sehari-hari.

Target paling sering ya selebriti. Satu komentar 'aku lihat mereka berdua' bisa membengkak jadi berita rumor pacaran, dan bantahan agensi nggak pernah nyebar sejauh berita pertamanya. Koreksi hampir selalu kecil dan telat. Tuduhan narkoba G-Dragon sering dijadikan contoh jurang itu: kabar penyelidikannya jadi headline berhari-hari, sementara hasil akhirnya yang nggak ada tuntutan lewat gitu aja. Setelah kasus Lee Sun-kyun, banyak orang di dalam dan luar dunia pers merenungkan lagi soal pemberitaan yang cuma nyalin bocoran penyelidikan dan urusan pribadinya.

Para bintang juga ganti strategi. Mereka mendahului berita dengan klarifikasi langsung di medsos, atau langsung ngomong duluan di YouTube. Makin numpuk berita kayak gini, makin susah percaya sama pers. Kalau kamu lagi nerjemahin judul berita Korea dan nemu kata 'dari komunitas', boleh banget curiga sedikit lebih.