Berita pindah ke YouTube
Sekarang banyak orang Korea tahu berita dari channel YouTube duluan sebelum dari koran atau TV. Makin cepat, dan cerita yang belum dicek juga ikut ngebut.
Kekuasaan berita pernah pindah rumah sekali. Waktu orang mulai baca artikel di halaman depan portal, bukan di situs media, judul dan urutan berita pindah ke tangan portal. Pindahan berikutnya ke video. Begitu algoritma yang milihin klip selanjutnya dan video pendek meringkas semuanya jadi semenit, berita berubah dari sesuatu yang kamu cari jadi sesuatu yang muncul di feed. Kecelakaan di jalan datang lewat rekaman dashcam, kejadian besar lewat siaran langsung. Di malam darurat militer Desember 2024, banyak banget orang nonton situasi di depan Gedung Majelis Nasional lewat YouTube Live.
Buat para selebriti juga, permainannya berubah. Komedian yang makin jarang dapat tempat di TV bikin channel sendiri, dan penyanyi kayak Sung Si-kyung dapat masa jaya kedua lewat YouTube-nya sendiri. Di tengah jalan, skandal iklan terselubung meledak dan aturan baru pun muncul.
Wajah paling gelapnya adalah cyber wrecker. Kayak mobil derek yang balapan ke lokasi kecelakaan, channel-channel ini nyamber tiap ada kontroversi dan upload video rangkuman dalam hitungan jam buat panen views. Istilah ini pertama dipakai seorang YouTuber game tahun 2018, dan dia juga nyindir soal bisnisnya: derek yang datang duluan dapat mobilnya, video yang naik duluan dapat hampir semua views. Modalnya cuma kamera, jadi gampang masuk dan bahannya nggak pernah habis. Pertengahan 2020-an, media arus utama pun ikut pakai istilah ini.
Masalahnya, klarifikasi nggak pernah bisa ngejar versi aslinya. Waktu channel yang bikin video hoaks soal idol akhirnya dihukum karena pencemaran nama baik dan wajib bayar ganti rugi, bisnis views mulai ada harganya. Tapi kalau berita yang nyalin mentah-mentah postingan forum ketemu komentar jahat, rumor tetap lebih cepat dari fakta. Itu sebabnya orang Korea lagi sensitif banget soal apa yang bisa dipercaya.
Ini juga bukan cuma fenomena Korea. Di Barat ada channel drama sejak akhir 2000-an, dan Jepang punya YouTuber 'tukang protes'. Versi Korea cuma jalan dengan kecepatan internet Korea.