Sepuluh juta orang datang ke stadion
Tahun 2024, liga bisbol profesional Korea untuk pertama kalinya tembus lebih dari sepuluh juta penonton dalam satu musim. Penentunya: gelombang fans muda, terutama cewek usia dua puluhan.
Angkanya dulu. Tanggal 18 Agustus, laga KIA vs LG di Jamsil yang sold out bikin total penonton melewati rekor sepanjang masa dari 2017 (8.400.688). Sepuluh hari kemudian tembus 9 juta untuk pertama kalinya, dan pada 15 September, dengan stadion penuh di Gwangju, Incheon, dan Busan, liga mencapai 10,02 juta setelah 671 pertandingan. Kesepuluh klub rata-rata di atas 10.000 penonton per laga, dan 221 laga, atau 30,7% jadwal, ludes terjual. Hanwha Eagles sendiri sold out 47 dari 71 laga kandang.
Prestasi juga ikut mendorong. Juara KIA Tigers menembus 1,2 juta penonton kandang, dan Samsung Lions pertama kalinya menembus 1,3 juta. LG Twins dan Doosan Bears, yang berbagi stadion Jamsil, sama-sama mencetak rekor klub. Lotte dan Hanwha gagal ke postseason, tapi berebut posisi kelima sampai akhir dan tetap menyedot penonton bahkan di laga tandang.
Tapi cerita sebenarnya ada di siapa yang duduk di tribun. Lucunya, semua berawal dari hal yang paling bikin fans kesal. Tahun itu TVING membeli hak siar online senilai 135 miliar won untuk tiga tahun, streaming gratis di HP berakhir, dan fans protes keras. Tapi kontraknya membolehkan klip di bawah 40 detik dipakai bebas, dan video pendek langsung meledak. Meme seperti 'masukkan bolanya ke kotak' menyebar ke mana-mana, dan joget Pikki Pikki para cheerleader KIA jadi tarian stadion yang mendunia. Banyak juga yang kecemplung gara-gara acara varietas bisbol Choikang Baseball.
Faktor value for money juga kena banget: di tengah harga serba naik, beberapa puluh ribu won sudah dapat tiga sampai empat jam seru-seruan. Sorakan bisbol Korea memang punya lagu untuk tiap pemain dan nyanyi bareng satu stadion, jadi generasi yang biasa nonton konser langsung merasa nyambung. Koleksi jersey bernama pemain dan merch lain, unggah foto nonton langsung, ikut ke laga tandang: media cepat sadar ini persis kayak ngefans idol. Tim favoritmu ya bias-mu.
Momen ini menunjukkan budaya fandom Korea sudah meluber jauh ke luar K-pop. Sama seperti fandom emak-emak yang mengikuti penyanyi trot, di Korea apa pun akhirnya dicintai dengan aturan fandom. Ini juga cocok dengan cara orang Korea menonton olahraga, di mana pertandingan terasa lebih seperti pesta bareng daripada sekadar tontonan. Sejak 2024, anggapan bahwa bisbol profesional itu hobi bapak-bapak resmi tamat.